Pengusaha Minta Pemerintah Dukung Industri Petrokimia

News - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
25 January 2018 13:06
Pengusaha Minta Pemerintah Dukung Industri Petrokimia
Jakarta, CNBC Indonesia– Kamar Dagang dan Industri Indoesia (Kadin) meminta pemerintah lebih mendukung industri petrokimia dalam negeri.

Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin, Johnny Darmawan menyebut saat ini tidak ada perkembangan signifikan dalam investasi di sektor petrokimia dalam dua dekade terakhir. Dampaknya, pemenuhan kebutuhan produk petrokimia yang disuplai dalam negeri menjadi minim.




Menurut Johnny, kebutuhan nasional akan bahan baku industri petrokimia terus meningkat. Di sisi lain impor bahan baku berbasis migas seperti plastik dan olahan kimia juga sangat besar.

“Kondisi ini menjadi gambaran betapa strategisnya posisi sektor hulu migas dan petrokimia dalam pembangunan industri nasional sekaligus potret dilema yang sedang dihadapi industri nasional,” kata Johnny di Menara Kadin, Kamis (25/1/2018).

Saat ini, disampaikan Johnny, kebutuhan bahan baku petrokmia dalam negeri mencapai 5,6 juta ton per tahun. Dari jumlah itu, pemenuhan permintaan baru mencapai 2,45 juta ton per tahun.

“Alhasil, hampir 50% masih berstatus impor,” ungkapnya.

Selain itu, pasokan bahan murah hingga suplai energi menjadi catatan lain. Ketua Komite Tetap Industri Kimia & Petrokimia Kadin Rauf Purnama menyebut pasokan bahan baku murah hingga suplai energi juga menjadi dua kendala lain.

“Hal itu berimbas pada harga jual produk yang sulit bersaing dengan harga bahan baku impor,” kata Rauf.

Kadin pun merekomendasikan beberapa hal ke pemerintah, yaitu ketersediaan bahan baku dan pasokan energi dengan harga kompetitif. Lalu, kebijakan yang mendukung dan konsisten, serta pengembangan Tenaga Kerja Dalam Negeri (TKDN) dan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Kami juga berharap ada pemanfaatan dalam negeri untuk memenuhi memenuhi kebutuhan bahan baku,” ujar Rauf. (gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading