Internasional

IPO Saudi Aramco Tinggal Tunggu Persetujuan Pemerintah Arab

News - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
24 January 2018 13:40
IPO Saudi Aramco Tinggal Tunggu Persetujuan Pemerintah Arab
  • Saudi Aramco siap IPO di semester dua tahun 2018, kata Presiden dan CEO Aramco, Amin Nasser, kepada CNBC International.
  • Nasser mengatakan waktu IPO ada di tangan pemegang saham tunggal dari Aramco, yaitu pemerintah Arab.
  • Pemerintah belum menentukan di mana saham Aramco akan dicatatkan.
 
Davos, CNBC Indonesia – Saudi Aramco, salah satu perusahaan energi terbesar di dunia, siap melaksanakan penawaran saham perdana (IPO) yang paling ditunggu-tunggu pasar di semester kedua tahun 2018, kata Presiden dan CEO Aramco, Amin Nasser, kepada CNBC International.

Perusahaan itu hanya menunggu satu hal lagi, kata Nasser, yaitu lampu hijau dari pemegang saham utama: pemerintah Arab.

“Perihal kesiapan, kami siap. Seperti yang selalu kami katakan, perusahaan akan siap di semester kedua tahun 2018,” kata Nasser saat sesi wawancara di acara Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.


Penjualan sekitar 5% saham dari Aramco diharapkan dapat menaikkan nilai perusahaan mencapai US$1 triliun (Rp 13,3 kuadriliun) sampai $2 triliun, menjadikannya IPO terbesar yang pernah ada.

IPO ini adalah fondasi dari rencana Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk menghimpun dana abadi terbesar di dunia dan mendiversifikasi perekonomian Arab Saudi yang masih bergantung pada minyak.

Namun, rumor tentang penundaan penjualan saham telah lama beredar. Rumor itu dipicu oleh kurangnya informasi tentang hal-hal penting dari IPO tersebut, termasuk di mana sahamnya akan dicatat.

“Lokasi pencatatan bergantung sepenuhnya pada keputusan pemegang saham karena kami perlu berkoordinasi dengan pasar-pasar lain ketika keputusan dibuat,” kata Nasser.

“Jadi dari sisi kami sebagai perusahaan, kami siap di semester kedua tahun ini, selebihnya berada di tangan pemegang saham,” katanya.

IPO ini cukup rumit karena Aramco mengelola dana kerajaan yang ditanamkan di perusahaan. Investor bertanya-tanya tentang seberapa banyak informasi yang akan diungkap pemerintah Arab mengenai cadangan minyak dan kelangsungan bisnis bahan bakar fosilnya setelah IPO.

Pertanyaan lain juga muncul, yaitu tentang bagaimana Arab menyeimbangkan prioritas nasional dan pengeluaran untuk kesejahteraan sosial, yang didanai oleh pendapatan minyak, dengan kewajiban Aramco kepada pemegang saham sebagai perusahaan publik.

Nasser mengatakan kepada CNBC dalam sebuah wawancara tahun lalu ia yakin prioritas pemerintah Saudi dan calon pemegang saham Aramco akan dapat berjalan selaras. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading