Menteri Susi: Rekomendasi Impor Garam Hanya 2,13 Juta Ton

News - Exist In Exist, CNBC Indonesia
22 January 2018 12:33
Menteri Susi: Rekomendasi Impor Garam Hanya 2,13 Juta Ton
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merekomendasikan impor garam untuk kebutuhan industri sebanyak 2,13 juta ton. Hal itu disampaikan Susi dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Senin (22/01/2018).

Adapun volume rekomendasi itu lebih sedikit dibandingkan dengan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian sebanyak 3,7 juta ton dan telah disetujui oleh Menko Koordinator Perekonomian Darmin Nasution pada Jumat (19/01/2018).

"Kami telah menghitung bahwa impor garam yang kami rekomendasikan hanya 2,13 juta ton. Karena menyadari hasil garam petani masih cukup bagus. Betul memang kalau begitu harga akan jadi naik, tapi justru itu yang bisa menguntungkan petani," ujar Susi kepada anggota Komisi IV DPR.


Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Brahmantya Satyamurti menjelaskan, estimasi garam yang dapat diproduksi dalam negeri tahun ini sekitar 1,5 juta ton.

"Data hasil survei BPS rencana penggunaan total itu 3,98 juta ton, itu total ya termasuk garam konsumsi. Dikurangi stok awal yang menurut datanya BPS juga 349.505 ton dan estimasi produksi 2018 dari garam rakyat itu kita bikin di level paling rendah yaitu 1,5 juta ton. Jadi average-nya itu kira-kira gap kebutuhan kalau harus impor dibulatkan sekitar 2,2 juta ton," papar Tyo kepada CNBC Indonesia, Sabtu (20/01/2018).

Berbeda dengan KKP yang menghitung kebutuhan impornya secara total, lanjutnya, Kementerian Perindustrian yang mengusulkan sebanyak 3,7 juta ton hanya menghitung kebutuhan khusus garam industri dan tidak memperhitungkan estimasi produksi garam rakyat tersebut.

"Jadi begini 3,7 juta ton (dari Kementerian Perindustrian) itu kan belum dikurangi dengan rencana produksi. Kalau kita dari industrinya saja sebenarnya ya tidak beda jauh sekitar 3,6 juta ton, cuma kan kita harus kurangi juga dengan rencana produksi garam rakyat karena di dalamnya ada industri aneka pangan, pengasinan, dan lainnya," jelas Tyo.
(ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading