Internasional

China Naikkan Suku Bunga Reverse Repo 63 Hari

News - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
16 January 2018 11:56
People's Bank of China (PBOC) menaikkan suku bunga 63-day reverse repurchase (repo) sebanyak lima basis poin (bps) menjadi 2,95%
Shanghai, CNBC Indonesia - Bank sentral China, People's Bank of China (PBOC), menaikkan suku bunga 63-day reverse repurchase (repo) yang digunakan dalam operasi pasar terbuka sebanyak lima basis poin (bps) menjadi 2,95% hari Selasa (16/1/2018).

Kenaikan itu membuat suku bunga 63-day reverse repo sejalan dengan suku bunga antar-bank lainnya yang sudah disesuaikan pertengahan Desember lalu, dilansir dari Reuters.

Suku bunga tersebut bukanlah suku bunga acuan PBOC. Bank sentral China menggunakan suku bunga satu tahun sebagai suku bunga kebijakannya yang saat ini berada di level 4,35%.


Ini adalah kali pertama PBOC menggunakan suku bunga repo tersebut untuk menyuntikkan dana segar ke dalam sistem keuangan sejak 30 November lalu, kata PBOC.

Bank sentral mengalirkan 320 miliar yuan (Rp 662,5 triliun) ke pasar uang negara itu melalui 7-day, 14-day, dan 63-day reverse repo pada hari Selasa.

Sebelumnya, PBOC telah menaikkan suku bunga pasar uang di bulan Desember sebesar 10 bps hanya beberapa jam setelah bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, meningkatkan suku bunga acuannya, Fed Fund Rate.

Bank sentral China telah mempertahankan pengaturan ketat terhadap likuiditas dan suku bunga melalui operasi pasar terbuka. Para analis mengatakan China menunjukkan tanda-tanda pengetatan moneter karena negara itu berusaha menurunkan angka pinjaman jangka pendek agar tetap kompetitif selama siklus pengetatan moneter AS.
Artikel Selanjutnya

Menguak Aroma Busuk di Balik Kredit Perbankan China untuk UKM


(prm)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading