KKP: Kapal Ilegal Sulit Dimanfaatkan di Indonesia

News - Shuliya Ratanavara, CNBC Indonesia
11 January 2018 18:16
Kapal yang ditahan karena mengambil ikan secara ilegal dinilai sulit untuk dimanfaatkan di Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia – Kapal yang ditahan karena mengambil ikan secara ilegal dinilai sulit untuk dimanfaatkan di Indonesia.

Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja mengatakan cukup banyak persoalan apabila ingin memelihara kapal tersebut.

“Banyak kompleksitas ketika memilihara kapal pasca ditangkap,” jelasnya, Kamis (11/01/2018).


Dia mengungkapkan kesulitan pertama ialah peraturan Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) yang menyatakan bahwa kapal ikan yang tertangkap atau terindikasi melakukan tindak pidana agar tidak digunakan lagi.

Lalu, jelas Sjarief, kesulitan berikutnya adaah adanya perbedaan spesifikasi antara kapal ikan tangkap nelayan dan kapal internasional yang melintasi samudera.


“Harus diketahui kapal untuk menangkap ikan ini melekat pada kehidupan tradisional di masing-masing daerah. Luas beda tidak mau pakai, beda tinggi haluan tidak mau pakai, jadi antara kapal Vietnam, Thailand dan kapal nelayan pasti beda,” jelas Sjarief.

Dia juga menjelaskan ada beberapa perbedaan teknis yang menghambat penggunaan kapal tangkapan yakni terkait bahasa, semisal kapal asal China yang menggunakan bahasa mandarin untuk petunjuk penggunaan dan juga sistem operasi kapal.

Di samping itu, kapal tangkapan rata-rata juga memiliki bobot besar di atas 60 gross ton (GT) serta berusia empat tahun ke atas sehingga membutuhkan modal besar untuk operasional dan perawatan.

Sjarief mengaku KKP pernah menghibahkan kapal-kapal ini ke sejumlah perguruan tinggi seperti Institut Pertanian Bogor, Universitas Dipenogoro dan Universitas Gadjah Mada.

“Pas sudah diserahkan ternyata tidak mampu mengoperasikan karena biayanya yang mahal.”
(ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading