Daftar Blok Migas Besar Indonesia yang Diincar Petrochina

News - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia
10 January 2018 17:13
Daftar Blok Migas Besar Indonesia yang Diincar Petrochina
Jakarta, CNBC Indonesia- Perusahaan minyak dan gas asal Tiongkok, Petrochina International Companies, tampak gencar untuk ekspansi bisnisnya di Indonesia. Di awal tahun ini, Petrochina mengumumkan setidaknya ketertarikannya untuk menjadi kontraktor di 5 blok migas berpotensi besar nasional.

Adapun lima blok migas tersebut adalah Blok Mahakam, Blok East Natuna, Blok East Kalimantan, Blok Attaka, dan Blok Kasuri. Berikut adalah profil dari blok-blok migas tersebut.




Blok Mahakam

Blok Mahakam memiliki kontribusi hingga 30% produksi gas nasional. Blok ini selama 50 tahun dikelola oleh PT Total E&P Indonesie, sebelum akhirnya kontrak habis dan berpindah tangan ke PT Pertamina (Persero) pada 1 Januari 2018.

Saat ini Total masih dalam tahap pembicaraan dengan Pertamina untuk menjadi kontraktor dengan porsi 30-39%. Selagi menunggu putusan tersebut, Petrochina pun mengajukan untuk menjadi mitra Pertamina meski belum disebut porsi sahamnya.

Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) per November 2017, Blok Mahakam berproduksi minyak dan kondensat sebesar 52 ribu barel minyak per hari dan 1.360 juta kaki kubik gas bumi per hari. Potensi di Blok Mahakam masih cukup menjanjikan. Cadangan terbukti per 1 Januari 2016 sebesar 4,9 TCF gas, 57 juta barel minyak dan 45 juta barrel kondensat

Blok East Natuna

Sebelumnya Blok ini dikenal dengan nama Blok Natuna D Alpha. Adapun kontraktor yang berada di blok ini semula adalah Pertamina dan Exxonmobil dengan masing-masing porsi kepemilikan saham 45%, dan PTT EP Thailand dengan porsi 10%,

Pertengahan tahun lalu, Exxonmobil memutuskan mundur karena soal porsi bagi hasil. Disusul oleh PTT EP dengan persoalan serupa di bulan ini. Kini, tersisa hanya Pertamina yang menjadi kontraktor dan Petrochina dikabarkan sedang melakukan studi bersama untuk mengetahui potensi di blok tersebut.

Blok East Natuna terletak di Laut Cina Selatan dan memiliki potensi cadangan gas hingga 226 triliun kaki kubik (tcf). Tetapi kandungan karbon di blok ini cukup tinggi, yakni hingga 70%, diperkirakan jika sudah memasuki masa produksi cadangan bisa menyusut hingga tingga tersisa 46 tcf.


Blok East Kalimantan

Blok ini dikelola 100% oleh Chevron Indonesia Company yang akan berakhir kontraknya di 24 Oktober 2018. Tahun 2016, Chevron mengatakan tak berminat lagi untuk memperpanjang kontraknya.

Pertamina sempat melirik untuk mengambil alih blok ini, namun mundur usai melakukan kajian dan menilai proyek kurang ekonomis untuk perusahaan jika dipaksakan dengan skema gross split. Blok East Kalimantan tercatat masuk dalam sepuluh besar penghasil minyak di Indonesia dengan rata-rata produksi mencapai 14 ribu hingga 15 ribu barel per hari.

Blok Attaka

Blok ini sebenarnya masih terkoneksi dengan Blok East Kalimantan. Kontraktor yang mengelola blok ini sebelumnya adalah Chevron Indonesia Company dan Inpex dengan komposisi saham masing-masing 50%. Kontrak blok ini habis pada Maret 2017.

Sama seperti East Kalimantan, Pertamina sempat menyatakan minatnya untuk mengelola blok ini sebelum akhirnya mundur karena hitungan perusahaan menilai proyek kurang ekonomis. Blok ini tercatat memiliki cadangan minyak hingga 13,2 juta stok tank barrel dan gas 448,96 miliar standar kaki kubik.

Blok Kasuri

Blok ini terletak di Papua Barat dan dikelola oleh Genting Oil Kasuri Pte.ltd sejak 2008, perusahaan migas asal Malaysia. Sampai saat ini blok ini belum berproduksi,dan kerap mendapat hambatan saat mengajukan proposal pengembangan blok ke pemerintah karena dinilai terlalu mahal.

Blok Kasuri termasuk blok migas proyek besar karena bisa menambah hingga 3,5 triliun kaki kubik. Dalam sehari, blok ini diperkirakan bisa berproduksi hinga 285 juta kaki kubik per hari.

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading