Kenali Tabungan Emas Fisik & Digital! Cek Perbedaan & Caranya

My Money - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
18 November 2022 19:32
Masyarakat mengunjungi bazzar emas di kantor pusat pegadaian, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2019).

Setiap hari Jumat, Pegadaian selalu menyelenggarakan lelang emas. Biasanya, ada beberapa barang yang turut dilelang, seperti barang elektronik hingga kendaraan. 

Namun berdasarkan pantauan, yang paling dikerubungi adalah perhiasan emas dengan harga mencapai Rp 9 juta.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap ekonomi membuat banyak orang menggadaikan barang berharga guna memenuhi kebutuhan yang mendesak.

Pegadaian mencatat investasi masyarakat dalam bentuk emas mencapai 2,1 ton pada tahun lalu. Hingga kini, investasi tabungan emas sudah dimiliki 1,4 juta penabung. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Bazzar emas di kantor pusat pegadaian, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2019). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Investasi emas sudah banyak dilakukan oleh masyarakat sejak zaman dahulu. Emas dinilai sebagai investasi yang aman, karena berisiko rendah di tengah ketidakpastian ekonomi global.


Kegiatan menabung emas di Indonesia diantaranya bisa dilakukan dengan menabung emas digital atau bisa juga melalui menabung emas secara fisik.

Lantas bagaimana perbedaan menabung emas digital dan fisik? Simak pembahasan berikut ini.


Menabung Emas Digital

Emas digital adalah salah satu jenis emas sebesar 24 karat yang bisa disimpan secara digital. Investor bisa dapat membeli emas secara online tanpa harus memusingkan dimana emas tersebut harus disimpan.

Mengutip dari laman resmi CIMB Niaga, cara menabung emas digital menawarkan aspek fleksibilitas lebih leluasa secara finansial sebagai investor dibandingkan dengan menabung emas batangan.

Lewat menabung emas digital, para nasabah bisa membeli emas dalam waktu singkat, setelah mengunduh dan mendaftarkan diri sebagai nasabah.

Cara menabung emas digital juga cukup mudah, mekanismenya identik dengan menabung uang di bank. Pertama, Anda perlu terlebih dahulu membuka rekening tabungan emas.



Di Indonesia, ada berbagai macam platform yang menawarkan jasa menabung emas digital, mulai dari digital banking, marketplace, hingga aplikasi layanan keuangan milik pemerintah.

Adapun, lembaga yang memiliki jasa tabungan emas digital yang sudah berizin OJK di antaranya Pegadaian Digital yang dijalankan oleh PT Pegadaian, tabungan emas di Shopee dan Tokopedia, BukaEmas di Bukalapak, Dana eMas, Go Investasi (Gojek), dan Pluang.

Sama dengan membuka rekening biasa, dalam membuka rekening emas, Anda perlu memasukan data-data pribadi Anda.

Selain bisa dilakukan secara online, cara menabung emas digital ini juga bisa Anda lakukan secara konvensional.

Anda juga bisa membuka rekening emas dengan datang ke kantor bank atau layanan keuangan milik pemerintah. Setelahnya Anda bisa langsung melakukan integrasi ke dalam aplikasi tabungan emas yang Anda miliki.

Berbeda dengan emas batangan yang memiliki ketentuan bobot pembelian emas, untuk membeli emas digital hanya perlu mengeluarkan uang sesuai dengan jumlah yang diinginkan.



Beberapa layanan yang membuka investasi emas digital bahkan membuka nilai beli minimum sebesar Rp 10.000 saja.

Dengan harga yang cukup terjangkau ini, Anda bisa membeli emas digital melalui platform digital banking, marketplace, atau aplikasi layanan keuangan milik pemerintah sebagai sarana cara menabung emas digital Anda.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Pegadaian Basuki Tri Andayani turut buka suara terkait adanya wacana pembentukan bank emas saat ini.

Basuki menjelaskan, meskipun saat ini aturan bank emas masih digodok oleh regulator, namun Pegadaian tengah menyiapkan diri untuk mengembangkan bisnisnya.

"Bullion bank saat ini sedang digodok oleh regulator. Secara internal kami menyiapkan diri," jelas Basuki kepada CNBC Indonesia, Jumat (18/11/2022).

Adapun, kata Basuki, skema tabungan emas di Pegadaian adalah beli-titip. Artinya nasabah membeli emas seberat konversi rupiah yang disetor, kemudian nasabah dikenakan biaya titipan Rp 30.000 per tahun atau Rp 2.500 per bulan.

Pegadaian kata Basuki juga memiliki jasa penitipan atau save deposit box untuk menyimpan emas atau dokumen penting lainnya.



Menabung Emas Fisik

Istilah emas fisik sebagai investasi banyak macamnya, bisa dalam bentuk perhiasan atau dalam bentuk emas batangan.

Ketika memiliki emas batangan atau emas fisik, tentu akan menghadirkan risiko tinggi jika hanya disimpan di rumah saja sebagai salah satu cara menabung emas.

Oleh karena itu, menabung emas fisik harus memiliki tempat penyimpanan yang aman.

Seperti yang dijelaskan Basuki sebelumnya, untuk meningkatkan rasa aman dalam menabung emas fisik, bisa menyewa safe deposit box atau brankas penyimpanan emas di bank atau di layanan keuangan milik pemerintah.

Dalam penyewaan brankas emas, tentu ada nilai sewa atau uang yang harus dipersiapkan. Biaya sewa dari cara menabung emas batangan ini cukup kompetitif. Namun nasabah bisa menitipkan emas dalam jangka waktu yang lama dengan tingkat keamanan yang terjaga selama 24 jam.



Ada berbagai macam tempat yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, jika ingin menabung emas fisik, mulai dari toko emas, atau pun bisa dibeli di perusahaan pelat merah seperti PT Aneka Tambang (Antam).

Saat ini membeli emas batangan, juga bisa dilakukan melalui marketplace atau secara online yang nantinya akan dikirimkan ke alamat sesuai yang diinginkan oleh nasabah atau konsumen.

Secara umum, prosedur pengiriman emas batangan dari setiap layanan tentu memiliki tingkatan keamanan yang optimal.

Adapun dalam berinvestasi emas fisik, ada minimum bobot yang harus diperhitungkan, biasanya dikonversi ke rupiah dari tiap gram yang diperdagangkan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Andai (Amit-amit) Resesi, Taruh Uangmu di Sini


(cap/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading