Awas Ketipu! Begini Tips Investasi Emas Digital yang Aman

My Money - Aulia Akbar, CNBC Indonesia
18 January 2023 07:15
Global Financial Concept: Combination of mixed American US-Dollar currency, one hundred Turkish money, TL paper banknotes from Turkey and gold ingots. International stock market exchange rates as economic background with copy space. Foto: Getty Images/iStockphoto/photoman

Jakarta, CNBC Indonesia - Emas digital memang menawarkan kepraktisan dan kemudahan dalam berinvestasi emas dengan modal kecil. Namun dibalik itu semua, ada risiko yang kerap kali diabaikan dan berpotensi mengganggu kesehatan finansial kita di masa depan.

Belum lama ini, aplikasi investasi emas digital, Tamasia, menjadi sorotan usai munculnya cuitan warganet seputar pengumuman dari aplikasi tersebut yang meminta penggunanya menjual emas hingga 15 Februari 2023. Sementara harga jual emas di aplikasi tersebut nilainya jauh di bawah harga pasaran saat ini.

Jika memang pengguna melakukan hal tersebut, maka bisa jadi mereka akan merugi. Namun apabila mereka tidak melakukan apa-apa, mereka sendiri tidak akan tahu apa yang terjadi ke depannya.

Apakah hal ini menjadi tanda bahwa emas digital sama sekali tidak direkomendasikan? Tidak demikian jawabannya, berikut adalah tips investasi emas digital yang cerdas dan aman.

Cek perizinan di Bappebti

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memeriksa perusahaan penyelenggara investasi emas digital yang Anda tuju.

Perusahaan pedagang emas digital wajib memiliki izin operasi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Nama perusahaan-perusahaan yang sudah mengantongi izin, akan terpampang di bappebti.go.id/pedagang_emas.

Beberapa kriteria perusahaan yang dinilai layak mendapatkan izin operasi harus memiliki kriteria ini:

- Berbadan hukum perseroan terbatas (PT)

- Memiliki sistem dan mekanisme transaksi fisik emas digital

- Memiliki modal sebesar Rp 20 miliar dan mampu mempertahankan modal akhir sejumlah Rp 16 miliar atau ⅔ dari total pengelolaan emas

- Pedagang fisik emas digital wajib menempatkan sejumlah emas pada pengelola tempat penyimpanan sebanyak 10kg yang terdiri dari 75% emas fisik dan 25% kas.

Telusuri rekam jejak perusahaan penyelenggara emas digital

Jika perusahaan penyelenggara sudah memiliki perizinan, maka langkah berikutnya adalah memeriksa rekam jejak perusahaan dari berbagai sumber. Anda bisa lakukan dengan menelusurinya lewat berita di media massa, atau laporan-laporan keluhan di media sosial jika ada.

Penelusuran ini bisa sangat berguna untuk mengetahui lebih dalam seputar bagaimana perusahaan melayani penggunanya.

Jangan lupa juga untuk mencari ulasan-ulasan atau review jujur para influencer terkait aplikasi tersebut di media sosial.

Telusuri juga siapa pendirinya

Tidak sedikit perusahaan penyelenggara emas digital yang merupakan perusahaan rintisan (startup), yang tentunya masih bergantung pada suntikan dana investor.

Penting sekali untuk mengenal lebih jauh siapa pendiri sekaligus pemimpin dari perusahaan tersebut. Dan bagaimana kiprahnya di dunia bisnis.

Reputasi seseorang dalam mendirikan usaha tentu bisa terlihat dengan mudah dari berbagai sumber pemberitaan.

Jangan sampai Anda malah berinvestasi di perusahaan yang didirikan oleh seseorang yang memang tidak memiliki pengalaman bisnis sama sekali, atau mungkin saja hanya seorang selebriti atau public figure yang hanya berniat mencuri perhatian publik.

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukan Duit! Tabungan Pendidikan Anak Ini Sakti Saat Krisis


(aak/aak)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading