Catat! Ini Tips Aman Pakai Layanan Keuangan Digital dari OJK

My Money - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
31 August 2022 20:13
Diskusi Publik KADIN BPKD Foto: dok Diskusi Publik KADIN BPKD

Jakarta, CNBC Indonesia - Semenjak pandemi melanda, keberadaan sistem teknologi kian mendorong kemudahan kehidupan manusia yang serba digital, salah satunya sistem keuangan yang cashless. Pun begitu, banyaknya platform keuangan juga harus dibarengi dengan literasi digital yang mumpuni.

Dengan layanan keuangan digital yang beragam, Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Horas V.M. Tarihoran memberikan tips sebelum menggunakan layanan keuangan digital.

"Untuk produk, pastikan memenuhi kebutuhan Anda, memiliki lisensi OJK, dan memeriksa reputasi perusahaan," kata dia dalam Diskusi Publik KADIN BPKD Transformasi Digital sebagai Pendorong Pertumbuhan Literasi Keuangan, Rabu (31/8/2022).


Selanjutnya adalah dalam skema layanan keuangan digital. Menurut Horas, pastikan skema yang ditawarkan adil dan seluruh biaya transparansi dan transaksi mudah dilakukan.

Di samping itu, memerhatikan karakteristik layanan keuangan digital dengan cara memahami fitur, risiko, penalti, dan biaya yang harus dibayarkan.

"Kemudian harga. Apakah harga yang ditawarkan sesuai dengan kemampuan kita dan pantas untuk produk yang didapatkan dibandingkan dengan kompetitor," lanjut Horas.

Terakhir adalah memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen dan mekanisme perlindungan konsumen.

Adapun Horas juga memaparkan ciri-ciri investasi ilegal. Antara lain yaitu klaim tanpa risiko memanfaatkan tokoh masyarakat untuk menarik minat berinvestasi. Kemudian menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu cepat dan legalitas tidak jelas.

"Menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru member get member," pungkas Horas.

Diskusi Publik KADINFoto: dok Diskusi Publik KADIN

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Chief of Special Projects Pluang Ronny Hutahaya menyebut bahwa literasi keuangan perlu untuk ditingkatkan seiring dengan meningkatnya inklusi keuangan.

Adapun dalam meningkatkan literasi keuangan menurut dia, pemerintah dan legislator perlu merancang regulasi yang dapat mengakselerasi inovasi teknologi finansial serta industri yang sehat untuk meningkatkan kepercayaan publik.

Selanjutnya melakukan koordinasi lintas sektor antar kementerian dan lembaga yang mengawasi produk dan jasa keuangan.

"Meningkatkan transparansi dan komunikasi publik dengan seluruh pemangku kepentingan," papar Ronny.

Selain itu, pemerintah dan legislator perlu berkolaborasi dengan pelaku industri untuk menciptakan inisiatif program edukasi keuangan dan teknologi keuangan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mau Aman dari Risiko Keuangan? Begini Caranya


(dpu/dpu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading