Imbal Hasil Bagus, Asuransi Jiwa Berinvestasi di Reksa Dana
Gita Rossiana,
CNBC Indonesia
16 March 2018 12:40
Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, reksa dana menjadi instrumen penempatan investasi paling banyak dipilih industri asuransi jiwa. Hingga kuartal IV-2017 porsinya sebesar 33,4% dari total investasi atau setara Rp 482,2 triliun.
Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim menjelaskan, selain reksa dana, investasi di saham juga mencatat kontribusi terbesar dengan nilai 31,6% dari total investasi.
"Membaiknya kondisi pasar modal Indonesia pada kuartal IV-2017 mempengaruhi investasi di pasar modal," ujar dia dalam acara pemaparan kinerja Asuransi Jiwa kuartal IV-2017 di Rumah AAJI, Jakarta, Jumat ,(16/3/2018).
Selain itu, industri asuransi jiwa menempatkan dana di surat berharga negara (SBN) sebesar 13,3%. Kemudian di deposito 9,7% dan instrumen lainnya.
Khusus untuk SBN, asuransi jiwa masih berupaya untuk memenuhi ketentuan OJK. Industri asuransi jiwa wajib menempatkan dana investasi minimal 30% di SBN. Sampai akhir 2017 baru tercapai 13,3%. "Nilai investasi terus naik, jadi pembaginya jadi berubah," terang dia.
Namun kontribusi 13,3% tersebut sudah meningkat dibandingkan kuartal IV-2016 lalu yang baru 10,11%. Peningkatan ini berasal dari perpindahan instrumen dari reksadana dam deposito."Shifting pasti ada dari reksadana dan deposito, tapi tidak tahu persis perubahannya,"ungkap dia. (roy/roy) Add
as a preferred
source on Google
Next Article
Lebih Baik Beli Asuransi Jiwa untuk Seumur Hidup Atau yang Berjangka?
Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim menjelaskan, selain reksa dana, investasi di saham juga mencatat kontribusi terbesar dengan nilai 31,6% dari total investasi.
"Membaiknya kondisi pasar modal Indonesia pada kuartal IV-2017 mempengaruhi investasi di pasar modal," ujar dia dalam acara pemaparan kinerja Asuransi Jiwa kuartal IV-2017 di Rumah AAJI, Jakarta, Jumat ,(16/3/2018).
Namun kontribusi 13,3% tersebut sudah meningkat dibandingkan kuartal IV-2016 lalu yang baru 10,11%. Peningkatan ini berasal dari perpindahan instrumen dari reksadana dam deposito."Shifting pasti ada dari reksadana dan deposito, tapi tidak tahu persis perubahannya,"ungkap dia. (roy/roy) Add
source on Google