Perang Tak Berakhir, BI Sebut Prospek Ekonomi Dunia Belum Jelas

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Rabu, 19/08/2026 14:09 WIB
Foto: Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti saat zoom meeting di Jakarta, Rabu (19/8/2026). (Tangkapan layar YouTube Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan gubernur Bank Indonesia menganggap, prospek perekonomian global masih belum jelas.

Perang hingga gejolak harga komoditas menurut mereka masih membuat ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan masih tinggi.


"Propek ekonomi global lemah disertai ketidakpastian pasar keuangan dipengaruhi intensitas perang di Timur Tengah," kata Pejabat sementara Gubernur BI Destry Damayanti saat konferensi pers, Rabu (19/8/2026).

Destry mengatakan, tekanan ekonomi global juga masih akan disebabkan inflasi yang di kisaran atas 3% hingga 4,5% pada 2026.

Tekanan inflasi yang tinggi membuat bank sentral berbagai negara maju, khususnya AS berpotensi untuk terus mengerek kebijakan suku bunga acuannya.

"Fed Fund Rate kami perkirakan naik pada kuartal IV," ucap Destry.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Perdana Pimpin RDG, Destry Umumkan BI Tahan Suku Bunga di 5,75%