MARKET DATA

Dunia Makin Kacau Balau, Bos BI: Kebijakan Moneter Global Lebih Ketat

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
22 July 2026 14:10
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat mengikuti rapat kerja dengan Banggar DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)
Foto: Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat mengikuti rapat kerja dengan Banggar DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kembali memanasnya konflik di Timur Tengah antara Iran dan Amerika Serikat (AS) menjadi sorotan khusus dewan gubernur Bank Indonesia (BI).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, mengatakan, reaskalasi intensitas perang antara AS dan Iran pada awal Juli 2026 makin membuat aktivitas ekonomi makin tak menentu.

"Lalu lintas di Selat Hormuz kembali terhambat, sehingga ganggu rantai pasok energi berbagai negara serta harga minyak dan komoditas dunia kembali naik," kata Perry saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI, Rabu (22/7/2026).

Ia menyebutkan masalah itu akan membuat pertumbuhan ekonomi global akan melemah di level 3% dengan tekanan inflasi yang meninggi ke level 4,5%. Efeknya suku bunga acuan global akan mengetat.

"Kebijakan moneter global lebih ketat," ucap Perry.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ekonom: Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Rasional untuk Jaga Rupiah


Most Popular
Features