MARKET DATA

IHSG Dibuka Menguat 0,36%, Pasar Tunggu Putusan BI Pekan Ini

mkh,  CNBC Indonesia
20 July 2026 09:02
Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan awal pekan, Senin (20/7/2026), di tengah pergerakan bursa Asia yang cenderung bervariasi serta sikap wait and see investor menjelang sederet agenda penting bank sentral pekan ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IDX Mobile, pada pukul 08.59 WIB IHSG berada di level 6.197,48, menguat 21,95 poin atau 0,36% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas saham yang berada di zona hijau. Tercatat sebanyak 238 saham menguat, 54 saham melemah, sementara 673 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp152,2 miliar dengan volume perdagangan 191,6 juta saham dalam 43.550 kali transaksi.

Adapun pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan dipengaruhi sikap wait and see pelaku pasar menjelang sederet agenda ekonomi penting pekan ini. Fokus utama tertuju pada keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI), People's Bank of China (PBoC), dan European Central Bank (ECB), di tengah masih tingginya ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah, lonjakan harga energi, serta potensi gangguan rantai pasok.

Dari domestik, pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% pada Rabu (22/7/2026). Keputusan tersebut dinilai berpotensi menjadi sentimen positif bagi aset domestik setelah rupiah mulai stabil dan inflasi tetap berada dalam kisaran target BI. Namun, pelaku pasar juga akan mencermati sinyal bank sentral mengenai prospek nilai tukar, inflasi, serta arah kebijakan moneter ke depan.

Dari eksternal, perhatian investor juga mengarah pada keputusan Loan Prime Rate (LPR) China, suku bunga ECB, hingga data perdagangan dan inflasi Jepang yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan bank sentral global. Di sisi lain, perkembangan konflik di Timur Tengah dan pergerakan harga minyak dunia masih menjadi faktor risiko yang berpotensi memicu volatilitas pasar keuangan sepanjang pekan ini.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking! Investor Tunggu Pengumuman MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 1,21%


Most Popular
Features