MARKET DATA

GOTO Siap Umumkan Kinerja Kuartal II-2026, Begini Respon Analis

dpu,  CNBC Indonesia
28 July 2026 14:07
Suasana Seremoni Pencatatan Perdana Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (dok. GoTo)
Foto: Suasana Seremoni Pencatatan Perdana Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (dok. GoTo)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dijadwalkan bakal memaparkan kinerja keuangan yang belum diaudit (unaudited) dan belum di-review pada Rabu 29 Juli 2026. Jelang paparan kinerja, analis dari sekuritas lokal dan asing masih memberikan rekomendasi positif untuk GOTO.

Paparan kinerja diharapkan akan menjadi salah satu hal yang menentukan arah pergerakan saham GOTO dalam jangka pendek yang kini masih bertahan di level Rp50 per saham.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati dampak implementasi kebijakan komisi 8% yang sudah diterapkan sejak 1 Juli 2026 khusus untuk transportasi roda dua penumpang (ojek online)

Meskipun harga sahamnya tertahan di level terendah dan ada kebijakan baru komisi 8%, sejumlah analis justru masih melihat prospek perseroan tetap menarik. Hal tersebut tercermin dari masih dipertahankannya rekomendasi beli oleh beberapa sekuritas.

Analis UOB Kay Hian, Willinoy Sitorus, misalnya, masih memberikan rekomendasi buy dengan target harga Rp78 per saham. Senada, analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta memasang target harga Rp70 per saham.

Sementara itu, dalam riset terbarunya, analis Macquarie Ariyanto Jahja juga mempertahankan pandangan positif dengan target harga Rp72 per saham. Rata-rata target price yang dipatok masih di atas Rp70.

Kafi Ananta, analis BRI Danareksa Sekuritas, dalam risetnya menilai dampak kebijakan komisi 8% terhadap bisnis GoTo diperkirakan tidak sebesar yang dikhawatirkan.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut hanya diterapkan pada layanan roda dua (2W), sehingga eksposurnya terhadap bisnis On-Demand Services (ODS) secara keseluruhan relatif terbatas.

Dengan cakupan yang tidak menyeluruh, ruang bagi GOTO untuk menjaga kinerja bisnisnya masih terbuka. Di sisi lain, Kafi juga menilai manajemen telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi.

Salah satu upaya manajemen merespons komisi 8% adalah melalui rasionalisasi promosi dan insentif kepada pelanggan, sehingga perusahaan dapat mengelola biaya dengan lebih efisien sekaligus menjaga profitabilitas di tengah perubahan struktur komisi.

Kendati optimistis terkait eksposur yang terbatas, Kafi tetap mengingatkan adanya sejumlah risiko yang perlu diperhatikan investor. Pelemahan daya beli masyarakat masih menjadi salah satu faktor yang berpotensi mempengaruhi kinerja GOTO yang selama ini didukung dua bisnis utama yakni Gojek untuk bisnis on-demand dan fintech lewat GoPay.

Kafi menyoroti hal positif bahwa GoTo sudah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk eksekusi program pembelian kembali saham (share buyback) senilai Rp3,5 triliun (Juni 2026-Juni 2027). Meski demikian, pelaksanaan buyback ini masih menunggu momen di tengah ketidakpastian pasar yang sedang berlangsung.

"Risiko utama adalah daya beli yang lebih lemah, potensi penghapusan dari MSCI, dan risiko pelaksanaan buyback," ujarnya dikutip Selasa (28/7/2026).

(dpu/dpu) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Catat EBITDA Disesuaikan Rp907 M, GOTO Cetak Laba Bersih Rp171 M


Most Popular
Features