MARKET DATA

Jelang Rilis Lapkeu, Begini Rekomendasi Analis Terhadap Saham GOTO

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
29 July 2026 09:45
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menggelar acara "Doa Lintas Agama dan Silaturahmi" yang mempertemukan lebih dari 1.000 mitra pengemudi dengan para tokoh dari enam agama berbeda di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta, Jumat (12/9) malam. Acara ini di
Foto: PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menggelar acara "Doa Lintas Agama dan Silaturahmi" yang mempertemukan lebih dari 1.000 mitra pengemudi dengan para tokoh dari enam agama berbeda di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta, Jumat (12/9) malam. Acara ini dihelat sebagai wujud komitmen perusahaan dalam merawat persatuan dan kedamaian bangsa. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menjelang rilis kinerja kuartal II-2026 dan semester I-2026, beberapa analis memaparkan rekomendasinya untuk saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). GOTO dijadwalkan merilis laporan keuangan semester I 2026 pada Rabu (29 Juli 2026).

Konsensus Bloomberg menunjukkan ada 24 perusahaan sekuritas baik asing maupun lokal yang memberikan rekomendasi buy saham GOTO. Sementara itu terdapat 7 sekuritas yang memberikan rekomendasi hold dan tidak ada yang memberikan rekomendasi sell atau jual.

Dari 31 sekuritas tersebut, sebanyak 77% memberikan rekomendasi beli. Rata-rata target harga saham yang dipatok oleh konsensus analis Bloomberg ada di Rp80 atau mengindikasikan adanya potensi kenaikan 60% dari harga penutupan terakhir.

Asal tahu saja, harga saham GOTO hampir dua bulan diperdagangkan di harga Rp50, terutama sejak pemerintah mengeluarkan kebijakan baru yang mengatur komisi driver ojek online (ojol) dan berlaku sejak 1 Juli 2026. Sebelum ada aturan baru, komisi aplikasi sebesar 20% sesuai dengan regulasi KP 1001 tahun 2022, yang kemudian dipangkas menjadi 8% khusus untuk angkutan roda dua penumpang.

Melihat harga saham GOTO yang anjlok ke Rp50 sejak pengumuman kebijakan komisi tersebut, beberapa sekuritas justru mengambil inisiatif untuk memberikan rekomendasi beli saham GOTO dan dengan target harga yang cukup tinggi.

Maybank Sekuritas misalnya memberikan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga di Rp80 per saham. Disusul Morgan Stanley yang memberikan rekomendasi equal weight/in-line alias netral dengan target harga Rp79 per saham

Selanjutnya di akhir Juni hingga pertengahan Juli 2026 terdapat tiga sekuritas yang juga memberikan rekomendasi positif untuk GOTO. Mereka adalah UOB Kay Hian Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas dengan rekomendasi beli dan target harga masing-masing di Rp78 per saham dan Rp70 per saham.

Sementara itu yang paling baru ada Macquarie dengan rekomendasi outperform dan target harga yang dipatok berada di Rp72 per saham.

"Konsensus analis sekarang memang masih condong ke buy, karena selain fundamental juga harga sudah di Rp50, risiko penurunan juga sangat rendah." ungkap Gani dari OCBC Sekuritas.

Gani melihat harga saham GOTO saat ini memang menarik untuk entry point. Namun likuiditas saham GOTO yang turun cukup menjadi cermatan dari para investor.

Ia menjelaskan bahwa kinerja kuartal II 2026 nanti bisa menjadi salah satu faktor yang diharapkan menghidupkan kembali denyut perdagangan saham GOTO.

"Momentum earnings Q2 sangat penting bagi investor tentang konsistensi profitabilitas GOTO sebelum dampak komisi ojol 8% dirasakan. Di sisi lain, pasar berharap mendapat kejelasan tentang seberapa besar dampak kebijakan komisi yang baru terhadap kinerja GOTO" tambah Gani.

Untuk diketahui pada kuartal I 2026, GOTO pertama kalinya melaporkan mencetak laba bersih sebesar Rp171 miliar dan membalikkan dari posisi rugi pada kuartal I 2025 yang sebesar Rp367 miliar.

(ayh/ayh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos GOTO Buka Suara Soal Pengumuman BEI, FTSE Hingga MSCI


Most Popular
Features