MARKET DATA

Bos BI Pede Rupiah Perkasa Lagi Juli-Agustus 2026, Ini Alasannya!

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
18 May 2026 15:15
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan pemaparan saat konferensi pers hasil rapat berkala KSSK tahun 2026 di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (7/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan pemaparan saat konferensi pers hasil rapat berkala KSSK tahun 2026 di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (7/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan nilai tukar rupiah akan kembali menguat pada Juli hingga Agustus 2026. Hal ini diyakininya karena ada faktor teknikal dari global dan domestik.

"Seasonality Juli-Agustus (2026) akan menguat. Faktor teknikal ada faktor global dan domestik," kata Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (18/6/2026).

Perry mengatakan pelemahan rupiah secara tahun kalender (year to date/ytd) belum mencapai Rp 17.000, yakni tepatnya Rp 16.800 per dolar AS.

Adapun, pernyataan ini disampaikan Perry saat merespons permintaan Komisi XI DPR RI. DPR meminta BI untuk berupaya membalikkan nilai tukar rupiah mendekati level Rp 16.500 per dolar AS. Besaran ini sesuai dengan asumsi makro dalam APBN 2026. Adapun, permintaan ini disuarakan oleh Ketua Komisi XI DPR RI M.Misbakhun.

"Nah kita meminta karena ini kita menyepakati seperti kata Pak Gubernur BI bahwa tadi ditetapkan di Rp 16.500 (per dolar AS), tolong dikembalikan ke arah mendekati sana," ujar Misbakhun.

Hal ini beralasan karena jika rupiah bergerak jauh di atas level asumsinya, maka stabilisasi nilai tukar akan sulit. Sementara itu, transmisi pelemahan nilai tukar akan mempengaruhi berbagai aspek di perekonomian masyarakat, a.l. inflasi, pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Adapun, nilai tukar rupiah saat ini mengalami pelemahan. Merujuk data Refinitiv, rupiah pada pukul 15.00 WIB melemah 1,03% ke level Rp17.640 per dolar AS. Tekanan tersebut lebih dalam dibandingkan posisi pembukaan pagi ini, ketika rupiah dibuka melemah 0,97% di posisi Rp17.630 per dolar AS.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Dolar Balik ke Rp17.300, Bos BI: Rupiah Tetap Stabil!


Most Popular
Features