BRI Salurkan Kredit Rp1.521 T, Tumbuh Double Digit Sepanjang 2025

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Kamis, 26/02/2026 09:55 WIB
Foto: Gedung BRI (Foto: ist)

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan pertumbuhan kredit double digit sepanjang 2025, di tengah dinamika likuiditas dan perlambatan permintaan pembiayaan di industri perbankan.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa hingga akhir Desember 2025 kredit perseroan tumbuh 12,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp1.521 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan nasional yang berada di kisaran 9,6%.

"Pertumbuhan kredit BRI tetap double digit dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian," ujar Hery dalam konferensi pers kinerja keuangan 2025, Kamis (26/2/2026).


Direktur Treasury and International Banking BRI Farida Thamrin menjelaskan bahwa ekspansi kredit terutama berasal dari segmen UMKM, sejalan dengan komitmen perseroan sebagai bank dengan fokus pembiayaan sektor produktif.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah, hingga Desember 2025 BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp170 triliun kepada lebih dari 3,8 juta debitur.

"Komposisi kredit UMKM tetap mendominasi struktur kredit BRI," kata Farida.

Meski agresif menyalurkan kredit UMKM, kualitas aset tetap terjaga. Hingga akhir 2025, rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat 3,07%, sementara Loan at Risk (LAR) turun dari 10,7% menjadi 9,6%.

BRI juga menjaga pencadangan dengan NPL coverage ratio sebesar 178,1%, memberikan bantalan yang kuat terhadap potensi risiko kredit.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BRI tumbuh 7,4% yoy menjadi sekitar Rp1.466 triliun-Rp1.497 triliun secara konsolidasi, dengan rasio dana murah (CASA ratio) mencapai 70,6%.

Giro tercatat tumbuh 19,7% yoy dan tabungan naik 7,9% yoy, mencerminkan penguatan struktur pendanaan berbasis ritel dan non-wholesale.

Likuiditas BRI juga terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di level 91,4%, masih dalam kategori ample untuk mendukung ekspansi kredit secara berkelanjutan.

Selain itu, Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di 136,9% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 117,7%, jauh di atas ketentuan regulator minimal 100%.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: BRI Bayar Dividen Interim Rp 20,6 Triliun