CLOSE AD
MARKET DATA

Calon DG BI Solikin Beberkan Pemicu Pertumbuhan Kredit Loyo

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
23 January 2026 12:15
Komisi XI RDPU dengan calon deputi Gubernur Bank Indonesia. (Tangkapan layar youtube)
Foto: Komisi XI RDPU dengan calon deputi Gubernur Bank Indonesia. (Tangkapan layar youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro mengungkapkan adanya pelemahan permintaan di sisi masyarakat. Hal inilah yang membuat likuiditas yang digelontorkan BI dan pemerintah tidak langsung terserap.

"Respons sisi demand saat ini tidak sekuat beberapa tahun sebelumnya sehingga saat kita gelontorkan likuiditas tadi maka likuiditas tidak langsung terserap," paparnya dalam fit and proper test calon deputi gubernur BI, Jumat (23/1/2026).

"Itulah mengapa akhirnya tadi, bagaimana kebijakan BI yang menambah likuiditas, bahkan penempatan dana oleh pemerintah atau menkeu di Himbara tidak langsung digunakan," tambah.

Perbankan pun, kata Solikin, sudah memiliki pipeline kreditnya masing-masing. Jika harus menyerap likuiditas, bank harus mencari sektor mana yang bisa menyerap.

"Demand itu masih belum kuat," tegasnya.

Oleh karena itu, upaya mendorong penyerapan likuiditas perbankan harus diikuti dengan usaha mendorong permintaan. Dari sisi ini, dia melihat kebijakan fiskal memiliki peran besar. Adapun, kebijakan bank sentral atau moneter lebih bersifat indirect.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Dapat Restu Prabowo, Alihkan Dana Rp200 T dari BI ke Perbankan


Most Popular
Features