CLOSE AD
MARKET DATA

Beli SBN Rp23,7 T, Bos BI: Untuk Danai Program 3 Juta Rumah dan Kopdes

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
27 January 2026 17:10
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat menyampaikan sambutan dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2025 "Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertubuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan" di Grha Bhasvara Icchana, kompleks kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam. (Tangkapan Layar Youtube/Bank Indonesia)
Foto: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat menyampaikan sambutan dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2025 "Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertubuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan" di Grha Bhasvara Icchana, kompleks kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam. (Tangkapan Layar Youtube/Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan alasan bank sentral telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) hingga sebesar Rp 23,7 triliun pada awal tahun ini, tepatnya hingga 23 Januari 2026.

Kata dia, SBN yang dibeli sesuai mekanisme pasar, yakni hanya di pasar sekunder dan debt switching itu ditujukan semata untuk mendukung pendanaan program-program kerakyatan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Pembelian SBN dimaksudkan sebagai bentuk sinergi erat kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal," tegas Perry saat konferensi pers hasil rapat berkala KSSK, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Perry menjelaskan, program yang didanai dari pembelian SBN untuk memperkuat likuiditas pemerintah itu diantaranya program pembangunan 3 juta rumah hingga Koperasi Desa Merah Putih alias KDMP.

"Digunakan untuk pendanaan program ekonomi kerakyatan seperti perumahan dan KDMP," paparnya.

"BI juga remunerasi atas penempatan dana bank pada ekses likuiditas sebesar 25 bps di bawah tigkat bunga 3,5% untuk tingkatkan fleksibilitas perbankan untuk kredit ke sektor rill," tegas Perry.

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article BI Borong SBN Rp268 T, Debt Switching Tembus Rp199 T


Most Popular
Features