Analisis Teknikal

Gerak IHSG Diprediksi Mendatar, Sulit Lampaui Level 7.100

Market - Putra, CNBC Indonesia
01 December 2022 06:35
Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). IHSG ditutup menguat 0,33 persen atau 23,53 poin ke 7.054,12 pada akhir perdagangan, sebanyak 249 saham menguat, 255 saham melemah, dan 199 saham stagnan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). IHSG ditutup menguat 0,33 persen atau 23,53 poin ke 7.054,12 pada akhir perdagangan, sebanyak 249 saham menguat, 255 saham melemah, dan 199 saham stagnan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan 0,99% dan ditutup di 7.081,31 pada perdagangan kemarin, Rabu (29/11/2022).

Di awal perdagangan memang IHSG sempat terkoreksi. Namun, seiring dengan berjalannya waktu IHSG mampu rebound dan posisi penutupan merupakan posisi tertinggi intraday.

Statistik perdagangan mencatat ada 265 saham yang mengalami penguatan sedangkan saham yang terkoreksi ada 270. Sementara itu ada 176 saham yang stagnan.

Investor asing juga mencatatkan aksi beli bersih senilai Rp 521 miliar di pasar reguler kemarin. Lonjakan saham-saham perbankan turut mendorong kinerja IHSG yang naik hampir 1%.

Untuk diketahui saham bank KBMI IV kompak menguat kemarin. Saham BBNI memimpin dengan apresiasi 5,60%. Diposisi kedua dan ketiga ada saham BBCA dan BBRI yang menguat 3,62% dan 2,68%. Terakhir ada saham BMRI yang menguat 1,94%.

Analisis Teknikal

TeknikalFoto: Teknikal
Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode waktu harian (daily) dan menggunakan indikator Boillinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB kemarin, indeks ditutup tembus batas BB 7.047.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. Posisi RSI naik ke 53,92.

Dilihat dari indikator lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 tampak masih berimpit dengan EMA 26.

Melihat berbagai indikator teknikal yang ada, tampaknya IHSG masih akan cenderung sideways dalam waktu dekat di kisaran 7.000-7.100. Level resisten IHSG terdekat ada di 7.111.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

IHSG Balas Dendam, tapi Apa Kuat ke 7.000 Lagi?


(trp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading