IHSG Gak Kuat Ngegas, Sektor Ini Jadi Beban

Market - Awar Muhammad, CNBC Indonesia
25 November 2022 15:18
Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). IHSG ditutup menguat 0,33 persen atau 23,53 poin ke 7.054,12 pada akhir perdagangan, sebanyak 249 saham menguat, 255 saham melemah, dan 199 saham stagnan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). IHSG ditutup menguat 0,33 persen atau 23,53 poin ke 7.054,12 pada akhir perdagangan, sebanyak 249 saham menguat, 255 saham melemah, dan 199 saham stagnan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan sesi II Jumat (25/11/2022). Mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) merosot dan menjadi faktor utama pelemahan IHSG hari ini.

IHSG ditutup melemah 27 poin atau 0.39% ke level 7053.15. Kurva pergerakan IHSG hari ini tak mampu keluar dari zona merah dari awal hingga penutupan perdagangan.

Pada penutupan sesi II, tercatat mayoritas saham mengalami koreksi. Berdasarkan data dari RTI Business, sebanyak 320 saham melemah, 189 saham menguat dan 195 lainnya tetap konsisten tidak berubah.

Statistik perdagangan mencatat, volume saham yg diperdagangkan ada sebanyak 24 miliar lembar diperdagangkan dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1.1 juta kali serta nilai kapitalisasi pasar senilai 9.5 Triliun.

Mayoritas sektor di BEI via Refinitiv mengalami penurunan. Pukul 15.13 sektor energi, infrastruktur, barang pokok, dan teknologi menjadi pendorong utama pelemahan IHSG hari ini masing-masing sebesar 1.14%, 1.12%, 0.75% dan 0.64% secara berurutan.

Dari sektor finansial-perbankan, dua diantara saham bank BUKU 4 mengalami kemunduran. Saham PT Bank Mandiri Persero (BMRI) anjlok sebesar 0.49%. serta PT Bank Central Indonesia Tbk (BBCA) turun 0.28%.

Dari luar negeri, pada pukul 15.00 mayoritas saham acuan Asia melemah kecuali Shanghai Composite Index (SSEC) yang naik 0.40%. Nikkei 225 Index (N225) melemah 0.35%. Indeks Hang Seng yang merosot hingga 0.52% disusul Strait Times Index turun sebesar 0.35%.

Pelemahan IHSG terjadi ketika tiga indeks utama Wall Street atau bursa saham Amerika Serikat (AS) kompak ditutup menguat (24/11). Dow Jones Industrial Average naik 95,96 poin atau 0,28% menjadi 34.195,11. S&P 500 naik 0,59% menjadi ditutup pada 4.027,28 dan Nasdaq Composite meningkat 0,99% menjadi 11.285,32.

Sinyal positif ini nyatanya belum mampu mendorong IHSG untuk menyentuh zona hijau di sepanjang perdagangan hari ini.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sempat Menguat di Sesi 1, IHSG Hari Ini Ditutup Melemah


(Awar Muhammad/ayh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading