300 Karyawan Indosat Kena PHK, Benarkah Imbas Merger?

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
28 September 2022 09:35
Konferensi Pers Indosat Ooredoo Hutchison sebagai Official Partner 5G of 2022 Jakarta E-Prix, Jakarta, Selasa (31/5/2022) Foto: novina

Jakarta, CNBC Indonesia - Indosat Ooredoo Hutchison memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 300 orang karyawannya. Pemutusan ini menjadi yang kedua kalinya dalam dua tahun terakhir.

Director & Chief of Human Resources Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Irsyad Sahroni mengungkapkan, alasannya untuk meningkatkan kelincahan dan bertumbuh lebih cepat sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pasar saat ini.

Menurutnya, inisiatif reorganisasi sangat penting untuk keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis perusahaan ke depan. Inisiatif rightsizing ini didasarkan pada strategi bisnis ke depan dan pertimbangan yang komprehensif.

"Diharapkan dapat menjadi langkah strategis yang membawa Indosat Ooredoo Hutchison menjadi perusahaan telekomunikasi digital paling dipilih di Indonesia," ujarnya, dikutip Senin (26/9/2022).

Irsyad menyebut, bahwa Indosat telah berkomunikasi secara langsung dan transparan dengan semua karyawan. Adapun paket kompensasi yang ditawarkan kepada karyawan adalah rata-rata 37 kali upah, dan yang tertinggi mencapai 75 kali upah.

Sementara, SVP Head of Corporate CommunicationsIndosat Ooredoo Hutchison Steve Saeran mengatakan ada pegawai yang mendapatkan kompensasi hingga miliaran rupiah. "Paling tinggi menerima Rp 4,3 miliar rupiah gross," tuturnya.

Steve menjelaskan, saat ini sudah hampir 100% karyawan yang terdampak setuju dengan keputusan PHK ini. Mereka yang terdampak akan mendapatkan pesangon dengan jumlah besar tersebut.

Seperti diketahui, PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia telah melakukan merger dan berlaku efektif mulai 4 Januari 2022. Penggabungan keduanya menghasilkan entitas hasil merger yang kini bernama Indosat Ooredoo Hutchison.

Sebelumnya, kedua pihak telah menandatangani perjanjian penggabungan bersyarat pada 16 September 2021 yang kemudian diperbarui pada 20 Desember.

Menurut pengamat telekomunikasi, PHK tersebut kemungkinan karena dampak merger operator seluler.

"Ya, memang secara natural, perusahaan yang merger akan kelebihan karyawan dan ada duplikasi SDM untuk bidang yang sama. Sehingga, mau tidak mau akan ada pengurangan karyawan," ujar Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi, dikutip dari detik.com Senin (26/9/2022).

"Namun, duplikasi kan tidak berarti semua bagian kemudian dikurangi, sebab bisa jadi karena pengguna dan jaringan secara perusahaan gabungan bertambah, maka semua SDM tetap bisa dipertahankan," sambungnya.

Lebih lanjut, Heru, mana yang akan dikurangi itu menjadi strategi dari manajemen, apakah SDM akan menjadi aset atau manajemen. Hal itu yang menjadi pertimbangan dupilkasi dan efisiensi yang akan membuat manajemen berhitung langkah terbaik dilakukannya.

"Kalaupun terjadi pengurangan karyawan, tentu hak-hak karyawan harus dipenuhi bahkan kalau bisa diberikan insentif agar karyawan yang di PHK legowo. Tapi, dari struktur manajemen, selain pemangkasan karyawan, yang utama harus dipangkas adalah jumlah komisaris yang terlalu tambun. Setidaknya imbang antara dewan direksi dan dewan komisaris," tuturnya.

Ia melihat jajaran petinggi Indosat Ooredoo Hutchison ini didominasi oleh kalangan 'sepuh' dan menurut Heru itu perlu dirombak kepada generasi muda berkualitas untuk masuk jajaran manajemen.

Sebagai informasi, Indosat Ooredoo Hutchison diisi 15 dewan komisaris, lima dewan direksi, dan delapan CxO. Bagi operator seluler, jumlah jajaran dewan komisaris tersebut terbilang 'gemuk'. Di sisi lain, kompensasi Indosat untuk karyawan yang terimbas terhitung tinggi, rata-rata pesangonnya mencapai Rp 1 miliar.

Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia - ITB, Ian Josef Matheus Edward juga melihat perampingan yang diambil oleh operator seluler ini dampak merger, di mana ada penggabungan jumlah SDM dari masing-masing perusahaan.

"Karena pasti ada peleburan dari organisasi. Supaya efisiensi dan efektif, maka penempatan SDM harus sesuai," ucapnya.

Meski jajaran teratas perusahaan tersebut tidak bisa langsung dipangkas. Namun kata Ian, perampingan di sebuah perusahaan merupakan keniscayaan.

"Untuk perampingan memang tidak bisa langsung terutama posisi atas. Perampingan keniscayaan, pasti dilakukan, sambil membentuk organisasi yang baru," ungkap Ian.

Kendati begitu, Ian mengatakan, adanya dampak yang positif bagi Indosat Ooredoo Hutchison setelah dilakukan PHK karyawan.

"Efisiensi pembangunan dan operasional. Serta membuat strategi untuk meningkatkan nilai perusahaan lebih mudah dan terencana," pungkas dia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dari Amazon Hingga Microsoft Kompak PHK Masal Karyawannya


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading