Putin & Fed Bikin Rupiah Dkk Keok! BI Bisa Jadi Juru Selamat?

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
22 September 2022 11:22
penukaran uang, rupiah Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto

Jakarta, CNBC Indonesia - Kurs rupiah kembali terlibas dolar Amerika Serikat (AS) hingga pada pertengahan perdagangan Kamis (22/9/2022), seiring dengan ambruknya mata uang di Asia karena katalis negatif menyelimuti sentimen global.

Mengacu pada data Refinitiv, rupiah terkoreksi pada pembukaan perdagangan sebanyak 0,03% ke Rp 15.000/US$. Sayangnya, rupiah kembali terkoreksi lebih dalam menjadi 0,2% ke Rp 15.025/US$ pada pukul 11:00 WIB.

Mata Uang Garuda terkoreksi karena indeks dolar AS kian perkasa di pasar spot. Pukul 11:00 WIB, indeks dolar yang mengukur kinerja si greenback terhadap enam mata uang dunia lainnya, menguat 0,99% ke posisi 111,62.


Keperkasaan indeks dolar AS terjadi setelah bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (bps) dan mengirim tingkat suku bunga ke kisaran 3-3,25% dan menjadi posisi tertinggi sejak awal 2008.

"FOMC (Federal Open Market Committee) sangat bertekad untuk menurunkan inflasi menjadi 2%, dan kami akan terus melakukannya sampai pekerjaan selesai," kata Ketua The Fed, Jerome Powell dikutip CNBC International.

Bahkan, pejabat The Fed kembali mengisyaratkan kenaikan suku bunga hingga tingkat dana mencapai 'tingkat terminal' atau titik akhir sebesar 4,6% pada 2023. Ini menyiratkan kenaikan suku bunga seperempat poin tahun depan tetapi tidak ada penurunan.

Sementara Powell mengakui resesi mungkin terjadi, terutama jika The Fed harus terus melakukan pengetatan secara agresif.

"Tidak ada yang tahu apakah proses ini akan menyebabkan resesi atau jika demikian, seberapa signifikan resesi itu," kata Powell.

Analis juga memprediksikan bahwa permintaan greenback meningkat setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi parsial di Ukraina pada Rabu (21/9). Hal tersebut mengindikasikan bahwa perang Rusia dan Ukraina bakal makin memanas. Putin juga memperingatkan Barat bahwa hal tersebut bukanlah gertakan semata.

Diketahui, dolar AS merupakan salah satu mata uang safe-haven, sehingga ketika situasi perekonomian global tidak pasti, maka investor pun akan beralih pada aset yang memiliki nilai lindung.

"Baik proyeksi Fed dan berita utama Rusia berkontribusi pada kekuatan dolar, yang sangat akut terhadap euro dan mata uang Eropa lainnya," kata Ahli Strategi FX senior Barclays di Tokyo, Shinichiro Kadota dikutip Reuters.

Dari Tanah Air, investor domestik juga akan disuguhkan dengan pengumuman kebijakan moneter terbaru dari Bank Indonesia (BI) hari ini yang dijadwalkan akan dirilis pada pukul 14:30 WIB, jika melansir data dari Trading Economics.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 14 institusi, kompak memproyeksikan BI akan menaikkan suku bunga acuannya pada bulan ini.

Sebanyak 12 institusi memproyeksikan BI akan menaikkan sebanyak 25 bps dan mengirim tingkat suku bunga menjadi 4%, sedangkan sisanya memproyeksikan kenaikan sebesar 50 bps dengan tingkat suku bunga menjadi 4,25%.

Senada, konsensus analis Reuters, memprediksikan bahwa BI akan mengekor bank sentral dunia lainnya yang bertindak agresif untuk meredam inflasi yang melonjak, dengan mengirim tingkat suku bunga berada di 4% pada bulan ini.

Analis Reuters juga memproyeksikan bahwa BI akan kembali menaikkan suku bunga acuannya hingga mengirim tingkat suku bunga menjadi 4,75% pada akhir 2022, kembali ke posisi sebelum pandemi Covid-19. Sementara, pada kuartal ketiga 2023, tingkat suku bunga akan berada di 5,25% atau lebih tinggi.

Terkoreksinya rupiah seiring dengan pelemahan mayoritas mata uang di Asia, hanya dolar Hong Kong yang stagnan terhadap dolar AS.

Sementara rupee India menjadi mata uang di Asia berkinerja terburuk, melemah 0,65% terhadap dolar AS. Kemudian disusul oleh yuan China dan yen Jepang yang terkoreksi masing-masing sebesar 0,58% dan 0,55% di hadapan greenback.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dolar AS Lesu, Rupiah Berhasil Nanjak Lagi!


(aaf/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading