Waskita Tawarkan Ruas Tol yang Didanai PMN, Siapa Minat?

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
06 September 2022 18:55
Direktur Utama Wakita Karya Destiawan Soewardjono Saat Penyelesaian Transaksi Ruas Tol Kanci - Pejagan dan Pejagan - Pemalang antara INA dan WTR. (Tangkapan Layar via Youtube Waskita Karya) Foto: Direktur Utama Wakita Karya Destiawan Soewardjono Saat Penyelesaian Transaksi Ruas Tol Kanci - Pejagan dan Pejagan - Pemalang antara INA dan WTR. (Tangkapan Layar via Youtube Waskita Karya)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak dua ruas jalan tol milik PT Waskita Karya (Persero) Tbk yaitu Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang yang bekerja sama dengan Indonesia Investment Authority (INA), telah diselesaikan transaksinya pada hari ini, Selasa (6/9/2022).

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono berharap kerja sama dengan INA dapat terus berlanjut. Sebab, Waskita masih memiliki beberapa ruas yang perlu diselesaikan. 

"Kami berharap dengan dana PMN bisa menyelesaikan beberapa ruas tol pada 2023-2024 dan bisa kembali menyehatkan Waskita," jelas Destiawan dalam acara Penyelesaian Transaksi antara PT Waskita Toll Road ("WTR") dengan Indonesia Investment Authority ("INA") terkait Ruas Tol Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang, di Jakarta, Selasa (6/9/2022).

Destiawan mengungkapkan, ruas tol Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang merupakan backbone tol Trans Jawa dan juga ruas tol yang sangat baik untuk pendapatan Waskita.

"Tapi dengan kondisi yang ada dan bisnis Waskita yang merupakan circle dari investasi, konstruksi, dan menawarkan kerja sama pada investor, maka ruas tol ini merupakan yang sangat baik bagi investor. Kami bersyukur transaksi kerja sama ini bisa terlaksana meski prosesnya cukup panjang, Alhamdulillah dengan transaksi ini bisa membantu dan membawa Waskita Grup untuk menyelesaikan dan menyehatkan kondisi keuangan Waskita," jelasnya. 

Dia melanjutkan, transaksi ini bagian dari program penyehatan Waskita dengan 8 stream penyehatan keuangan, dan ini akan sangat membantu Waskita untuk mengurangi beban itu dan segera pulih menjadi perusahaan yang sehat.

Destiawan menjelaskan, sejak berdiri pada 2014, Waskita Toll Road berhasil membangun jalan tol lebih dari 1.000 kilometer dengan 18 ruas konsesi. Lalu pada 2019 Waskita berhasil melakukan strategic partnership pada ruas tol Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono.

"Pada 2020 kami berharap ada strategic partnership, tapi karena pandemi, sehingga 2020 nihil," ujarnya.

Kemudian 2021 dilanjutkan empat ruas tol, Kualanamu-Tebing Tinggi-Parapat, Cinere-Serpong, Semarang-Batang, dan Cibitung-Cilincing. Dengan penyelesaian ruas tol Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang ini strategic partnership kedua di tahun ini.

"Pada kuartal dua kami sudah melakukan partnership dengan SMI untuk Cimanggis-Cibitung. Target kami selanjutnya untuk ruas Pemalang-Batang bisa direalisasikan tahun ini, dan tahun depan kami akan menawarkan ruas-ruas tol yang akan kami selesaikan yang sudah didanai dengan PMN," ujar dia.

Sebelumnya pada 14 April 2022, Indonesia Investment Authority (INA) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (Waskita) mengumumkan kerja sama investasi untuk mempercepat pengembangan jalan tol di Indonesia.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Konfirmasi Dimulainya Transaksi (Confirmation of Transaction Commencement/CTC) antara INA dan anak usaha Waskita, PT Waskita Toll Road untuk sejumlah ruas Jalan Tol Trans Jawa mencakup ruas-ruas Tol Kanci - Pejagan dan Tol Pejagan - Pemalang.

Sesuai mandat, INA berperan menarik investasi domestik dan internasional (foreign direct investment) sebagai alternatif pembiayaan non-utang, yang digunakan untuk membangun infrastruktur berkelanjutan di Indonesia, termasuk pengembangan infrastruktur jalan tol.

Tahun lalu, INA menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) untuk membentuk platform investasi dengan komitmen hingga US$ 3,75 miliar untuk penanaman modal di sektor jalan tol dengan mitra strategis global, antara lain bersama Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), APG Asset Management (APG), dan Caisse de dépôtet placement du Québec (CDPQ).

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut bahwa apa yang dilakukan INA dengan Waskita adalah sebuah milestone karena INA adalah sebuah evolusi panjang dari pemerintah untuk bisa membangun infrastruktur tanpa membebani APBN dan juga BUMN.

"Ini adalah milestone karena bahkan Presiden memberikan perhatian yang luar biasa. Apalagi pemerintah bukan hanya meminta Waskita namun juga memberikan Waskita dukungan dengan PMN," jelas Sri Mulyani.

Menurutnya ke depan, aksi korporasi seperti ini harus dilakukan oleh BUMN lainnya karena hal ini juga diinginkan Presiden. Sri Mulyani menegaskan bahwa BUMN bukan hanya diciptakan untuk membangun tapi juga memberikan value added serta bisa terus menciptakan fresh money.

"BUMN diciptakan untuk membangun Indonesia, namun pembangunan yang dilakukan juga harus memperhatikan neraca keuangan yang sehat," pungkas Sri Mulyani. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

WSKT Lego 5 Tol, Hingga BIRD Siap Tebar Dividen Rp 150,12 M


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading