Harga Timah Turun, Ini Bocoran Kinerja TINS di Semester 2

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
02 September 2022 19:42
PT Timah TBK (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: PT Timah TBK (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Timah (Persero) Tbk (TINS) akan berupaya mempertahankan kinerja di tengah fluktuasi harga timah.

Sebab, capaian laba yang meroket 301% sebesar Rp 1,08 triliun pada semester pertama 2022 terdorong dari harga jual logam timah dengan rerata harga US$ 41.110/Mton.

Sekretaris PT Timah Abdullah Umar Baswedan optimis tantangan tersebut dapat dihadapi karena perseroan pernah menghadapi saat harga timah dunia berada di level US$ 15.000. Adapun, saat ini harga timah masih di atas US$ 20.000.

"Kita sudah mengalami harga logam turun sampai US$ 15.000, jadi kalau sekarang, kalau masih di atas US$ 20.000 Insyaallah masih bisa ditangani," ujarnya di Penang Bistro, Jumat (2/9/2022).

Ia mengungkapkan, saat ini perseroan sedang melakukan tata kelola perusahaan yang efisien, serta berupaya memperbaiki kinerja keuangannya dalam mengurangi utang. Sehingga, kinerja keuangannya perlahan membaik.

"Kita sudah mencanangkan efisiensi. Dari efisiensi kita bisa atur cash flow lebih bagus. Jadi kita bisa melunasi utang, jadi biaya utang itu turun kemudian juga kinerja anak perusahaan kita membaik," tuturnya.

Selain itu, ia menambahkan, perseroan tengah berupaya melakukan penjajakan kerja sama kemitraan dengan pihak asing untuk melakukan transfer pengetahuan dan teknologi, serta berinvestasi di Indonesia.

"Kita ada lebih dari 1 (mitra) yang sudah melakukan perjanjian dalam artian, jadi studi untuk mana yang akan dijadikan apa. Kita ada beberapa partner. Partner kan juga belum bisa disebut. Tapi dari Kanada, (dari) China nggak mau," pungkasnya.

Seperti diketahui, PT Timah Tbk (TINS) membukukan laba sebesar Rp 1,08 triliun pada semester I-2022, atau naik 301% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan kinerja anak perusahaan dan melesatnya harga jual logam sangat berkontribusi terhadap peningkatan kinerja Perseroan.

Pada enam bulan pertama 2022, Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 7,48 triliun atau naik 27% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Rp 5,87 triliun).

Artikel Selanjutnya

Melesat! Harga Timah 'Terbang' 3% Lebih


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading