Buntut Korupsi Terbesar RI, Kejaksaan Pantau Perusahaan Sawit

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
30 August 2022 13:06
Petugas merapikan uang hasil korupsi PT Dulta Palma Group di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (30/8/2022). Rincian uang tunai yang disita adalah sebesar Rp 5,12 triliun. Selain itu, ada uang tunai yang disita sebesar US$ 11,4 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara sekitar Rp 168,72 miliar jika menggunakan asumsi kurs Rp 14.800 per dolar AS. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Petugas merapikan uang hasil korupsi PT Dulta Palma Group di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (30/8/2022). Rincian uang tunai yang disita adalah sebesar Rp 5,12 triliun. Selain itu, ada uang tunai yang disita sebesar US$ 11,4 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara sekitar Rp 168,72 miliar jika menggunakan asumsi kurs Rp 14.800 per dolar AS. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus dugaan korupsi yang dilakukan Surya Darmadi mendorong pihak berwajib bergerak lebih agresif untuk mengendus praktik serupa di perusahaan lain. Maklum, nilai korupsi ini sangat besar, bahkan terbesar sepanjang sejarah RI.

Semula, nilai kerugian negara ditaksir setara Rp 78 triliun. Belakangan, nilainya direvisi mencapai Rp 99 triliun.

Pertanyaannya, apakah ada perusahaan sawit lain yang menggunakan modus serupa? "Ini yang sedang kami lakukan penelitian," ujar etut Sumedana, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Selasa (30/8/2022).

Ia menjelaskan, saat ini ada kebijakan yang bertujuan memperbaiki tata kelola perkebunan sawit. Tata kelola ini mencakup keseluruhan aspek perkebunan mencakup luas kebun sawit hingga ketentuan luas perkebunan secara resmi.

"Tata kelola sawit ini mencakup keseluruhan dalam arahan Menkomarives, Jaksa Agung, hingga kepala BPKP. Sedang dilakukan penelitian secara menyeluruh. Kami juga akan dalami bagaimana perkebunan sawit bisa beroperasi tanpa surat sama sekali dalam periode yang cukup lama," terang Ketut.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terungkap! Surya Darmadi Ada Disini Sebelum ke Indonesia


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading