Jokowi Dorong Ekosistem EV, Berapa Harga Mobil Listrik di RI?

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
19 August 2022 10:35
Wuling Air ev Motors di gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di Tangerang, Banten, Kamis (11/8/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Wuling Air ev di gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di Tangerang, Banten, Kamis (11/8/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Demi mencegah bencana yang terjadi karena perubahan iklim, pemerintah RI saat ini mulai secara bertahap melakukan transisi menuju netralitas karbon. Berbagai upaya mulai dilakukan, salah satunya dengan penetrasi kendaraan listrik.

Keseriusan pemerintah Indonesia untuk mengalihkan penggunaan energi fosil menuju ke energi yang lebih ramah lingkungan juga didorong oleh meningkatnya subsidi energi yang semakin membebani negara dan sudah saatnya dikurangi.

Presiden RI Joko Widodo yang beberapa bulan lalu bertemu CEO Tesla Elon Musk ikut mendorong upaya transisi ini dan menyebut penting bagi Indonesia untuk membangun kepercayaan internasional.


"Yang kita bangun ini adalah trust international. Kita ingin membangun sebuah kepercayaan internasional terhadap negara kita, Indonesia. Yang ingin kita bangun sebuah ekosistem, tidak hanya proyek-proyek kecil, parsial, tidak," ujar Jokowi dalam Economic Update 2022 yang ditayangkan pada program Squawkbox, Kamis (18/8/2022).

Dalam wawancara tersebut, Jokowi juga berharap Indonesia bisa menjadi kekuatan besar untuk mobil listrik dunia.

Meski memiliki cita-cita tinggi, saat ini kondisi pasar mobil listrik Tanah Air masih belum optimal. Data Badan Kebijakan Fiskal (BKF) menyebut tahun 2021 lalu, mobil listrik hanya memiliki pangsa pasar 0,4%, dengan penjualan mencapai 3.193 unit. Meski pertumbuhannya relatif cepat atau naik 3 kali lipat secara tahunan tapi masih kecil dibandingkan dengan kendaraan konvensional.

Terdapat beberapa alasan mengapa angka tersebut sangat rendah. Selain fasilitas pabrik yang masih terbatas atau infrastruktur pengisian baterai yang belum bisa diandalkan, kendala utama adalah terkait harganya yang relatif masih mahal.

Analis Kebijakan BKF Ahmad Ali Rifan mengatakan agar dapat menjadi kompetitif masih perlu dorongan yang lebih kuat, termasuk lewat pemberian insentif fiskal maupun non-fiskal.

"Harga mobil listrik tidak terjangkau (bagi) 95% kelompok pembeli kendaraan bermotor. Tingginya harga mobil listrik membatasi pangsa pasar 5% konsumen kendaraan bermotor di Indonesia," papar Ali dalam diskusi yang diselenggarakan Komisi Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Rabu (3/8/2022), dilansir Detik Oto.

Lalu berapa harga mobil listrik di Indonesia, apakah ada opsi yang murah?

Saat ini mayoritas mobil listrik yang ditawarkan di Indonesia paling banyak berada di rentang harga Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. Beberapa opsi lain bahkan tersedia untuk rentang harga yang lebih tinggi.

Meski demikian masih terdapat opsi mobil listrik dengan harga yang relatif murah dan bisa diakses oleh banyak masyarakat, walaupun opsinya saat ini sangat terbatas.

Rentang Harga Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar

  • Nissan Leaf Rp 728 juta, baterai 40 kWh dengan jarak tempuh 311 km. Pengisian memakan waktu 7 jam pada 220V dan membutuhkan waktu 7,9 detik untuk akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam.
  • Hyundai Ioniq Electric Rp 682 juta, baterai 38,3 kWh dengan jarak tempuh 373 km. Pengisian memakan waktu 17,5 jam pada 220V dan membutuhkan waktu 9,9 detik untuk akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam.
  • Hyundai Kona Electric Rp 742 juta, baterai 39,2 kWh dengan jarak tempuh 345 km. Pengisian memakan waktu 19 jam pada 220V dan membutuhkan waktu 9,7 detik untuk akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam.
  • Hyundai Ioniq 5 varian prime Rp 748 juta dan signature Rp 809 juta, baterai 58,2-72,6 kWh dengan jarak tempuh 384 km untuk tipe standar, dengan long range mencapai 481 km. Pengisian memakan waktu 30-37 jam pada 220V dan membutuhkan waktu 8,5 detik untuk akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam.
  • MINI Cooper Electric Rp 845 juta, baterai 28,9 kWh dengan jarak tempuh 234 km. Pengisian memakan waktu 2,5 jam hingga 80% dan membutuhkan waktu 7,3 detik untuk akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam.

Deretan mobil listrik dengan harga di atas Rp 1 miliar

  • Lexus UX300e Rp 1,43 miliar, baterai 54,3 kWh dengan jarak tempuh 300 km. Pengisian memakan waktu 6,5 jam pada 220V dan membutuhkan waktu 7,5 detik untuk akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam.
  • Tesla Model 3 berkisar Rp 1,5 miliar, Tesla Model Y berkisar Rp 2-2,3 miliar
  • BMW iX xDrive40 dipasarkan dengan harga Rp 2,27 miliar off the road. Untuk BMW i4 eDrive40 dibanderol Rp 2 miliar off the road.

Deretan mobil listrik dengan harga di bawah Rp 1 miliar

  • Wuling Air ev Rp 238 juta, baterai 17,3-26,7 kWh dengan jarak tempuh 200 km (standar) dan 300 km (long range). Pengisian memakan waktu 8 jam pada 220V.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Hubungan RI dan Elon Musk yang 'Putus Nyambung'


(fsd/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading