Begini Kronologi Kasus Jouska, Sampai Dihukum 7 Tahun Penjara

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
12 August 2022 13:50
Jouska. (Dok: Jouska)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian, pendiri perusahaan penasihat investasi, PT Jouska Finansial Indonesia, Aakar Abyasa Fidzuno akhirnya dihukum penjara selama 7 tahun dan denda Rp 2 miliar oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Selain Aakar, hakim PN Jakarta Pusat juga memutuskan hukuman yang sama kepada Tias Nugraha Putra, direktur utama Amarta Investama yang merupakan perusahaan terafiliasi dengan Jouska.

Keduanya tersandung kasus tindak pidana penipuan, penggelapan, tindak pidana pencucian uang (TPPU), hingga kejahatan pasar modal. Keputusan ini datang nyaris setahun setelah keduanya ditetapkan sebagai tersangka yang dilakukan usai penyidik melakukan gelar perkara pada 7 September 2021 lalu.

Kasus Jouska mulai muncul ke permukaan pada akhir tahun 2020 mulai ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri setelah menerima laporan dari sejumlah nasabah Jouska pada pertengahan Desember 2020.


Siapa Jouska

Dimulai dari bisnis sederhana, Jouska lahir di tengah maraknya penggunaan media sosial. Berbeda dengan akun sosial media lain yang membagikan postingan kehidupan sehari-hari, Jouska fokus memberikan kiat-kiat pengelolaan keuangan secara gratis.

Sebelum kasus meluas, Jouska lebih dikenal sebagai influencer keuangan yang sempat memiliki pengikut di Instagram nyaris menembus 1 juta. Seiring dengan banyaknya pengikut di media sosial itu, Jouska memperkenalkan diri sebagai sebuah firma konsultan keuangan yang bergerak secara independen.

Perusahaan tersebut memiliki nama PT Jouska Financial Indonesia yang merupakan perusahaan konsultan investasi dan penasihat keuangan.

Akun Instagram @jouska_id yang mulai muncul pada pertengahan tahun 2017 kini tidak lagi dapat diakses. 

Izin Operasi Tidak Sah

Ramai di kalangan warganet, belum tentu diketahui oleh masyarakat luar. Meski pengikut terus bertumbuh, Jouska relatif masih berada dalam gelembung sosial media, dengan masyarakat luas tidak terlalu mengenal dan otoritas berwenang masih asing dengan brand tersebut.

Setelah sekian lama beroperasi dalam gelembung sosial media, ternyata Jouska yang mengumpulkan dana nasabah untuk kepentingan investasi diketahui tidak memiliki izin yang disyaratkan jika ingin mengelola investasi nasabahnya. Satgas Waspada Investasi (SWI) pun meminta Jouska untuk menutup kegiatannya pada 2020 lalu.

Berbeda dengan apa yang diyakini oleh para pengikut di Instagram, Jouska ternyata hanya memiliki izin usaha jasa pendidikan, bukan izin financial planner maupun financial advisor.

Dua mitra Jouska juga diminta untuk ditutup oleh SWI yakni PT Mahesa Strategis Indonesia dan PT Amarta Investa. Hal ini lantaran keduanya dianggap melakukan kegiatan usaha layaknya manajer investasi atau perusahaan sekuritas tanpa izin.

Kasus Mulai Terungkap
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading