Kinclong, Emas Semakin Berkilau

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
09 August 2022 07:49
Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emas masih bergerak dalam jalur pendakian. Pada perdagangan Selasa (9/8/2022) pukul 06:20 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.789,42 per troy ons. Menguat 0,05%.

Penguatan hari ini memperpanjang tren positif emas yang sudah berlangsung sejak kemarin. Pada perdagangan Senin (8/8/2022), harga emas menguat 0,8% ke US$ 1.788,52 per troy ons. Penguatan juga mendekatkan harga emas ke level psikologis uS$ 1.800 per troy ons.

Dalam sepekan, harga emas masih menguat 1,7% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas juga masih meningkat 2,7%.



Edward Moya dari OANDA mengatakan penguatan harga emas ditopang oleh faktor ketegangan geopolitik. Emas dinilai sebagai aset aman di tengah ketegangan politik dan ancaman resesi.

"Investor asing akan mencari alternatif investasi dan emas menjadi opsi di tengah ketegangan geopolitik seperti yang terjadi di Taiwan dan Ukraina," tutur Moya, seperti dikutip dari Reuters.

Namun, Moya mengingatkan harga emas masih rawan oleh kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed). Kenaikan suku bunga acuan akan membuat emas terpuruk.

Pasalnya kenaikan suku bunga acuan The Fed akan melambungkan dolar AS dan yield surat utang pemerintah AS. Penguatan dolar AS membuat emas kurang menarik karena emas menjadi mahal.

"Pelaku pasar sepertinya sudah menyesuaikan shock dari data tenaga kerja. Namun, pergerakan emas akan berat ke depan jika The Fed terus menaikkan suku bunga acuan," tutur Moya,

Emas sempat ambruk pada Jumat pekan lalu karena membaiknya data tenaga kerja AS.

Analis dari Kinesis Money Rupert Rowling memperkirakan harga emas akan terjebak oleh kenaikan suku bunga yang agresif. Titik support emas akan ada di angka US$ 1.700 per troy ons.

Rowling mengatakan pergerakan harga emas dalam waktu dekat akan sangat ditentukan oleh data inflasi AS. Data inflasi yang akan keluar besok diharapkan bisa memberi arah yang lebih jelas dari kebijakan The Fed ke depan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kalah Sama Dolar, Emas Tumbang ke Level Terendah 2 Bulan!


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading