Pelaku Pasar 'Semedi', Emas Kembali Berseri

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
08 August 2022 15:19
Pekerja menata perhiasan emas di toko emas Kawasan Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (11/3/2022). Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan hari ini.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Ilustrasi Perhiasan Emas (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sinar emas kembali terang. Pada perdagangan Senin (8/8/2022) pukul 14:51 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.778,65 per troy ons. Naik 0,25%.

Dalam sepekan, harga emas menguat 0,39% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas masih naik 2,1% sementara dalam setahun merosot 2,8%.

Stephen Innes, dari SPI Asset Management, mengatakan kenaikan emas didorong oleh pergerakan market yang cenderung "tenang" menjelang pengumuman inflasi besok. Emas juga menguat karena dolar Amerika Serikat (AS) dan yield surat utang pemerintah AS melandai.

Dollar Index pada sore hari ini melandai 0,33% ke 106,27 sementara itu yield surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun menyusut 1,6% ke 2,79%. Pelemahan dollar AS membuat emas menarik karena harga emas semakin murah.

"Pergerakan emas tenang karena market masih mencerna dampak dari data tenaga kerja dan pengaruhnya kepada kebijakan The Fed," tutur Innes, kepada Reuters.

Data pekerjaan baru AS bertambah sebanyak 528.000 pekerjaan pada Juli. Data tersebut melampaui ekspektasi analis Dow Jones yang memprediksikan hanya sebanyak 258.000 pekerjaan.

Tingkat pengangguran juga menurun ke 3,5%, di bawah prediksi analis. Pertumbuhan upah meningkat 0,5% secara bulanan dan 5,2% secara tahunan. Dengan data tersebut, bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) diperkirakan masih akan menerapkan kebijakan agresifnya. Kondisi inilah yang sempat membuat emas melandai kemarin dan pada perdagangan pagi hari tadi.

"Saya perkirakan kenaikan data tenaga kerja pada Juli meningkatkan mengangkat taruhan The Fed. Pelaku pasar akan menaikkan suku bunga sebesar 75 bps pada September. Kondisi ini tidak baik bagi emas," ujarnya.

Innes menambahkan emas tengah menguji titik support di US$ 1.767 per troy ons. Jika emas jatuh melewati titik tersebut maka emas bisa terus melandai ke kisaran US$ 1.748-1.756 per troy ons.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dolar Berjaya, Emas Makin Tidak Berdaya


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading