Analisis Teknikal

Fed Rate Sesuai Ekspektasi, IHSG Sesi 2 Bisa Lanjut Naik Lagi

Market - Putra, CNBC Indonesia
28 July 2022 12:18
Layar monitor menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Layar monitor menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,97% di 6.964,97 pada sesi I perdagangan Kamis (28/7/22). IHSG juga konsisten bergerak di zona hijau sejak awal perdagangan.

Data perdagangan mencatat ada 322 saham menguat, 191 saham melemah dan 167 saham stagnan alias harganya tidak berubah.

Indeks saham acuan Bursa New York melesat tajam semalam. Indeks Dow Jones naik 1,37%, kemudian indeks S&P 500 melesat 2,62% sedangkan indeks Nasdaq terbang 4,06%.

Kenaikan signifikan indeks saham AS terjadi setelah the Fed mengumumkan kebijakan suku bunga acuannya.

Bank sentral AS tersebut memutuskan untuk menaikkan Federal Funds Rates (FFR) sebesar 75 basis poin (bps) sesuai dengan ekspektasi mayoritas pelaku pasar.

Melesatnya indeks saham AS tersebut sebenarnya menjadi katalis positif untuk pasar saham dalam negeri.

Analisis Teknikal

TeknikalFoto: Teknikal
Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode waktu jam (hourly) dan menggunakan indikator Bollinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support). 

Jika melihat level penutupan IHSG berhasil tembus level psikologis 6.900 dan melampaui batas atas BB di 6.949.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

Indikator RSI mengalami kenaikan dan berakhir di 78,27 yang mengindikasikan adanya penguatan momentum beli dan menyentuh area jenuh belinya.

Dilihat dari indikator lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 berada di atas garis EMA 26 dan bar histogram bergerak ke zona positif.

Melihat indikator teknikal tersebut, waspadai pemangkasan apresiasi IHSG karena sudah menyentuh level jenuh belinya. IHSG perlu mempertahankan posisinya di atas 6.949 untuk mempertahankan pola uptrend.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pasca libur Lebaran, IHSG Rontok 4,42% ke Bawah 7.000


(trp/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading