Suku Bunga Fed Naik Udah Ketebak, IHSG Hijau Balik ke 6.900

Market - vap, CNBC Indonesia
28 July 2022 09:39
Karyawan melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (5/7/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari Kamis (28/7/2022) kembali ke level psikologis 6.900. IHSG dibuka menguat ke 6.925,475.

IHSG konsisten bergerak di zona hijau dan pada pukul 09.34 WIB IHSG terpantau menguat 0,58% ke level 6.938.334. Kenaikan IHSG terjadi pasca The Fed semalam menaikkan suku bunga acuan sesuai prediksi pasar, yakni 75 bps. 

Kenaikan IHSG hari ini sudah diprediksi sejumlah analis. Analis SF Sekuritas dalam riset hariannya menuliskan, IHSG mendapatkan katalis positif global setelah rapat the Fed tadi malam. The Fed memberikan pernyataan yang akan memperlambat laju kenaikan suku bunga.

"Hal ini mengindikasikan bahwa kenaikan 75bp pada Fed rate sudah peak. Kondisi ini telah membuat rally pada bursa Amerika serta penguatan mata uang global terhadap Dolar. Saham-saham big cap yang memiliki korelasi kuat dengan kondisi makroekonomi seperti big cap bank diperkirakan bergerak atraktif hari ini," tulisnya, Kamis (28/7/2022). 

SF Sekuritas memprediksi IHSG kembali menguji resistance 6880. IHSG berpeluang bergerak variatif pada perdagangan hari ini di mana jika IHSG kembali gagal bergerak di atas 6880 maka peluang melemah, namun jika mampu breakout maka peluang melanjutkan uptrend jangka pendek. Support di 6830 sedangkan resistance di 6920.

Sementara itu analis Ajaib Sekuritas menuliskan untuk hari ini, IHSG diprediksi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas dalam range 6.840 - 6.941.

Menurutnya, dari dalam negeri, sentimen pergerakan IHSG hari ini berasal dari Kementerian Keuangan yang melaporkan realisasi belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) pada Semester I-2022 mencapai Rp 483,7 triliun. Dari angka tersebut, penggunaan sebagian besar diserap untuk kompensasi dan subsidi tarif listrik, BBM dan gas, serta Program Kartu Prakerja.

Untuk diketahui, Dana Kompensasi Awal sebesar Rp 18,5 triliun, dinaikkan menjadi Rp 275 triliun atas persetujuan DPR. Penambahan anggaran dilakukan pemerintah demi menahan kenaikan harga listrik, minyak dan gas agar tidak diteruskan ke masyarakat yang dikhawatirkan akan berimbas pada sisi inflasi seperti yang terjadi di beberapa negara di dunia saat ini.

"Sementara, sentimen dari mancanegara berasal dari The Federal Reserve yang menaikkan kisaran target untuk suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) 75 basis poin menjadi 2,25% hingga 2,5% pada pertemuan FOMC tanggal 27 Juli 2022," tulisnya dalam riset harian, Kamis (28/7/2022). 

Ini merupakan kenaikan suku bunga keempat secara beruntun dan sesuai dengan yang diperkirakan pasar.

Sementara itu, tingkat inflasi tahunan di Australia naik menjadi 6,1% pada Kuartal II-2022, dari 5,1% pada Kuartal I-2022, namun masih lebih rendah dibandingkan perkiraan pasar sebesar 6,2%.

Ini adalah kenaikan tertinggi sejak Kuartal II-2001, di tengah lonjakan harga makanan dan kenaikan lebih lanjut pada biaya bahan bakar dan tempat tinggal. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

IHSG Menguat Tipis Pagi Ini, Bisa Sampai Sore Gak?


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading