Bukan Investor Timur Tengah, Tapi Salim yang Akuisisi MBZ

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
04 July 2022 11:06
Pengendara mobil melintas di sepanjang Tol MBZ, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/12/2021). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Grup Salim kembali ekspansi ke jalan tol. Konglomerasi bisnis ini mengakuisisi sebagian saham konsesi tol Jalan Layang Cikampek yang kini bernama Tol Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ).

Berdasarkan informasi yang didapat, Senin (4/7/2022), Metro Pacific Tollways Corporation menandatangani sale purchase agreement (SPA) atas pembelian 40% konsesi Tol MBZ. Penandatanganan ini dilakukan pada 30 Juni kemarin.

Nilai transaksinya mencapai US$ 269,6 juta atau setara Rp 4,03 triliun. Pembayarannya dilakukan secara bertahap.


Pertama, senilai Rp 15 miliar dilakukan saat SPA. Kemudian, pembayaran secara tunai senilai Rp 791 miliar dilakukan saat penyelesaian transaksi. Sisa Rp 3,22 triliun juga dibayarkan saat penyelesaian transaksi, namun dalam bentuk promissory note yang diterbitkan MPTC untuk pemilik konsesi MBZ.

MPTC kemungkinan masih mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp 359 miliar. Biaya ini dikeluarkan jika pemerintah melalui Kementerian PUPR menyetujui kenaikan tarif tol.

MPTC merupakan anak usaha Metro Pacific Investment Corp (MPIC). MPIC sendiri terafiliasi dengan First Pacific Company Limited, perusahaan di Hong Kong yang 44,3% sahamnya dimiliki oleh Anthoni Salim.

Tol MBZ merupakan salah satu portofolio tol milik PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Saat penyelesaian transaksi, saham konsesi Tol MBZ bakal dialihkan menggunakan nama MPTC, sehingga bakal terkonsolidasi sebagai ekuitas perusahaan terafiliasi.

CNBC Indonesia telah mencoba menghubungi pihak Jasa Marga terkait akuisisi ini. Namun, manajemen belum memberikan konfirmasinya.

Tol MBZ menjadi salah satu aset JSMR yang masuk daftar divestasi. Investor Timur Tengah sempat diharapkan menjadi pembeli tol ini. Namun, hingga berganti nama dari Jakarta-Cikampek Elevated menjadi MBZ, investor yang diharapkan tak kunjung hadir.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukan Cuma Indomie, Ini Gurita Bisnis "Sultan" Anthoni Salim


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading