Tajir Melintir, Ini 5 Pengusaha Mie Instan Terkaya di RI

Market - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
03 July 2022 13:30
A worker holds instant noodle packs at a market in Jakarta, Indonesia, March 12, 2018. Picture taken March 12, 2018. REUTERS/Beawiharta

Jakarta, CNBC Indonesia - Mi instan saat ini sudah menjadi sebuah makanan yang sangat digemari oleh berbagai kalangan, termasuk di dunia Internasional. Banyak orang di dunia bahkan sangat menggemari mie instan yang berasal dari Indonesia.

Jutaan produksi dan jutaan produk yang laku jelas membuat kekayaan dari perusahaan mi instan terjaga dengan konsisten dengan pemasukan nilai yang sangat fantastis.

Hal tersebut jelas membuat si pengusaha atau pemilik dari brand mi instan tertentu memiliki kekayaan yang juga banyak nilainya. Namun, pernahkah Anda berpikir siapa wajah di balik suksesnya produk mi instan Indonesia?


1. Anthoni Salim

Anthoni Salim merupakan orang terkaya ketiga di Indonesia tahun 2021 dengan hartanya mencapai US$ 8,5 miliar atau setara Rp 126,30 triliun. Ia memimpin Salim Group, dengan beragam investasi di bidang makanan, ritel, perbankan, telekomunikasi hingga energi.

anthoni salim (Tangkapan Layar Youtube)Foto: anthoni salim (Tangkapan Layar Youtube)

Mi instan menjadi salah satu sumber kekayaan Anthoni Salim. Produsen mi instan terbesar di Indonesia yakni Indofood merupakan anak perusahaan milik PT Salim Group yang saat ini di bawah kendali oleh Anthoni Salim. Pendapatannya dari Indofood dinilai mencapai sebesar US$ 5,8 miliar.

2. Jogi Hendra Atmadja

Pengusaha Jogi Hendra Atmadja adalah pemilik kelompok usaha Mayora Group, sekaligus orang terkaya nomor 9 di Indonesia tahun 2021. Nilai kekayaan Jogi Hendra dinilai mencapai US$ 4,1 miliar atau setara Rp60,92 triliun.

Harta kekayaan itu diperoleh dari Mayora Group yang merupakan salah satu produsen mie instan dengan beragam produk inovatif, seperti Bakmi Mewah dan Mi Gelas.

3. Eddy Katuari

Eddy Katuari memiliki kekayaan US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 14,85 triliun dan menjadikannya orang terkaya nomor 39 di Indonesia. Pria ini adalah bos dari Wings Group yang memiliki pangsa pasar terbesar kedua untuk mi instan di Indonesia. Wings Group mengedarkan produk dengan merek Mie Sedaap, Eko Mie, So Yumie dan Mie Suksess.

4. Djajadi Djaja

A worker holds instant noodle packs at a market in Jakarta, Indonesia, March 12, 2018. Picture taken March 12, 2018. REUTERS/BeawihartaFoto: REUTERS/Beawiharta
A worker holds instant noodle packs at a market in Jakarta, Indonesia, March 12, 2018. Picture taken March 12, 2018. REUTERS/Beawiharta

Indomie pada awalnya bukan produk asli buatan Grup Salim. Awal kemunculan Indomie diprakarsai oleh 4 orang China asal Medan, lewat perusahaan Sanmaru Food Manufacturing Co Ltd yang didirikan pada April 1970. Mereka adalah Djajadi Djaja Chow Ming Hua, Wahyu Tjuandi, Ulong Senjaya, dan Pandi Kusuma.

Mengingat pada saat itu posisi Salim yang kuat, Salim menginginkan merek Indomie agar berpindah kepadanya. Pada tahun 1984, mereka sepakat untuk membentuk perusahaan patungan bernama PT Indofood Interna Corporation. Djajadi (dan rekan-rekannya) mendapat 57,5% dan Salim 42,5%. Kemudian saham Djajadi (dan rekan-rekannya) di PT Indofood Interna seluruhnya menjadi kekuasaan Salim.

Setelahnya Djajadi lebih memilih untuk melanjutkan bisnis pabrik mie instan baru yang sudah dirintisnya sejak Mei 1993 yaitu PT Jakarana Tama sampai sekarang. Pabrik tersebut memproduksi mie dengan merek Gaga.

5. Husain Djojonegoro

Husain memiliki kekayaan USD1,25 miliar atau setara dengan Rp18,57 triliun. Ia merupakan orang terkaya di Indonesia pada posisi ke-34 pada tahun 2021. Husain dan adiknya Pudjiono mengelola Grup ABC. ABC Holding yang saat ini di bawah PT ABC President Indonesia, perusahaan tersebut mengedarkan mie instan bermerek ABC dan Gurimi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Daftar 12 Miliarder Termuda, Ada yang Masih 19 Tahun!


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading