Raja Sawit Perhatian! Harga CPO Bakal Drop Tahun Ini

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
29 June 2022 09:30
Kelapa sawit (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Kelapa sawit (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) ambles di sesi awal perdagangan pada Rabu (29/6/2022). Harga CPO diprediksikan akan kembali turun di bawah US$ 1.000/ton pada semester II tahun ini.

Mengacu pada data Refinitiv, pukul 08:00 WIB, harga CPO di banderol di level MYR 4.913/ton atau anjlok 1,52%.

Teknisnya, Wang Tao, analis Reuters menilai harga CPO hari ini akan menguji titik support di MYR 4.742/ton. Penembusan di atas MYR 5.086/ton dapat membawa harga CPO naik ke kisaran MYR 5.204-5.394/ton.

CPO 29 JuniSumber: Refinitiv

Pada Selasa (28/6), harga minyak sawit berjangka Malaysia ditutup melesat 1,28% ke MYR 4.989/ton (US$1.134,24/ton) di tengah kekhawatiran penutupan sementara pabrik CPO di Malaysia karena adanya biaya produksi yang lebih tinggi karena krisis tenaga kerja sehingga akan mengganggu produksi, serta meningkatnya harga minyak kedelai turut mendongkrak harga CPO.

Kontrak harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 1,5% kemarin.

Pergerakan harga CPO turut dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global.

Sementara itu, Fitch Ratings sebuah perusahaan riset asal Amerika memprediksikan harga CPO akan di banderol dengan harga di bawah US$ 1.000/ton pada paruh kedua tahun ini, setelah sempat mencapai harga dengan rata-rata US$1.500/ton di paruh pertama tahun ini.

Penurunan harga CPO diprediksikan karena potensi produksi CPO yang lebih tinggi dari Indonesia.

Berdasarkan riset Fitch, produksi CPO Indonesia telah melesat 9% pada kuartal pertama, tapi produksi di Malaysia datar pada lima bulan pertama tahun ini.

Department of Agriculture Amerika Serikat (USDA) juga memprediksikan produksi CPO Indonesia akan melesat 8% pada 2022-2023.

Sedangkan, produksi CPO Malaysia akan dipengaruhi oleh krisis tenaga kerja asing yang diproyeksikan akan terus terjadi hingga enam bulan kedepan. Namun, situasi tersebut mungkin akan terselesaikan pada awal 2023, jika penyebaran virus Covid-19 tidak terjadi lagi dan perbatasan negaranya dibuka kembali.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga CPO Sudah Reli 2 Hari, Bos Sawit Siap-siap Cuan!


(aaf/aaf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading