Duh! Mayoritas Investor Tak Paham Soal Kripto, Terjebak FOMO

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
15 June 2022 09:30
Cover Topik, Fokus Chaos Pasar Kripto Foto: Cover Topik/Chaos Pasar Kripto/Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi pasar kripto saat ini sedang tidak baik-baik saja. Jika dulu kripto sangat diminati sebagai aset yang sangat menggiurkan meski berisiko tinggi, namun saat ini harga koin tersebut sedang berjatuhan.

Pejabat bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) menyampaikan pernyataan yang cukup menohok bahwa kondisi pasar kripto saat ini sedang ambruk.

Wakil Gubernur Bank Sentral Inggris Jon Cunliffe menyebut bahwa mayoritas investor ritel yang telah memutuskan dananya pada investasi tersebut, mungkin tidak mengerti persis apa yang mereka beli atau risiko yang terikat dengan aset tersebut.


Jon Cunliffe menegaskan seruannya kepada pihak berwenang untuk mengatur aset kripto untuk memastikan pasar stabil dan transparan.

"Ada banyak investor ritel yang telah berinvestasi di aset kripto," kata Cunliffe di acara web pada hari Selasa yang diselenggarakan oleh Wall Street Journal.

"Apakah mereka semua mengerti apa yang telah mereka investasikan? Saya pikir tidak. Untuk [sebagian besar] investor ritel, saya tidak yakin mereka mengerti. Mereka tidak benar-benar melihat ini sebagai investasi finansial."

BOE berada di garis terdepan dalam menyerukan pengetatan untuk kerangka kerja global yang mengawasi mata uang digital, mencatat bahwa pasar kripto, khususnya ketika posisi tertinggi akhir tahun lalu, jauh lebih besar daripada pasar subprime mortgage ketika mengguncang pasar global pada tahun 2008.

Sejauh ini, dia mengatakan volatilitas di pasar kripto belum menyebar ke sistem keuangan yang lebih luas karena hubungan antara keduanya belum sepenuhnya berkembang. Namun, risiko tersebut semakin meningkat.

"Tidak ada nilai intrinsik di sekitar aset kripto," kata Cunliffe. "[Aset kripto] bergerak dengan sentimen. [Aset tersebut] bergerak terutama sebagai aset berisiko, dan harga telah turun cukup konsisten."

Cunliffe mengatakan aturan harus sesuai untuk apa aset digital digunakan. Aset yang diperkenalkan sebagai cara untuk melakukan pembayaran harus menawarkan stabilitas dan keandalan layaknya uang tunai, sementara yang ditawarkan sebagai investasi spekulatif dapat diatur sama seperti "perjudian."

Konsumen, katanya, harus berhati-hati tentang berapa banyak kripto yang mereka sertakan dalam dana pensiun pribadi, memperlakukannya sebagai portofolio invesatsi yang berisiko.

"Jika Anda memiliki [kripto] sebagai bagian dari portofolio Anda, Anda harus menyadari bahwa itu sangat spekulatif," kata Cunliffe. "Anda bisa kehilangan semua uang Anda. Anda bisa mendapatkan keuntungan modal yang cukup besar. Penting bagi investor untuk memahami karakteristik dari investasi ini."

Sementara, Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan, tingginya investor di pasar kripto tidak diiringi dengan pemahaman tentang besarnya risiko jika berinvestasi di pasar kripto.

Sayangnya, kebanyakan dari investor newbie di pasar kripto hanya melihat cerita-cerita dari mereka yang cuan karena aset kripto. Mereka pun akhirnya terjerembap dalam lubang fear of missing out (FOMO) alias ikut-ikutan dan takut ketinggalan sesuatu yang heboh.

Sehingga sebelum berinvestasi di instrumen apapun itu harus dipahami prinsip bahwa semakin besar potensi keuntungan, maka semakin besar pula kandungan risikonya, begitu juga sebaliknya.

"Prinsipnya itu high gain high risk, low gain low risk, no gain ya no risk, Jadi simpan prinsip itu baik-baik," tuturnya saat dihubungi detikcom, beberapa Watu lalu.

Sebaiknya, uang yang digunakan untuk berinvestasi harus berupa uang dingin, atau uang yang bukan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sebab ada potensi uang yang digunakan untuk beirnvestasi akan berkurang nilainya atau malah yang terburuk akan hilang.

Masyarakat diminta untuk mempelajari terlebih dahulu instrumen investasi yang hendak dipilih. Menurutnya, aset kripto adalah instrumen investasi yang memiliki volatilitas paling tinggi. Sehingga seharusnya mereka yang berinvestasi di kripto sudah paham bahwa risikonya juga besar.

"Kripto memang volatilitas harganya luar biasa naik turunnya. Harusnya sudah tidak kaget lagi kalau investasi di instrumen sejenis ini ya bakal mengalami pergolakan harga yang besar naik turunnya," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pemicu Kiamat Kripto: UST, Luna, Bitcoin


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading