Pecinta Kripto Merapat, Bitcoin Sentuh US$ 31.000!

Market - chd, CNBC Indonesia
08 June 2022 10:21
Representation of the Bitcoin virtual currency standing on the PC motherboard is seen in this illustration picture, February 3, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga kripto utama berbalik menguat pada perdagangan Rabu (8/6/2022), meski investor masih cenderung berhati-hati untuk memburu aset kripto.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:40 WIB hari ini, Bitcoin melejit 6,09% ke level harga US$ 31.157,52/koin atau setara dengan Rp 450.226.164/koin (asumsi kurs Rp 14.450/US$), Ethereum melonjak 5,53% ke level US$ 1.830,22/koin atau Rp 26.446.679/koin.

Berikutnya dari beberapa koin digital (token) alternatif (altcoin) seperti Cardano meroket 11,57% ke US$ 0,6447/koin (Rp 9.316/koin), XRP melompat 5,53% ke US$ 0,4078/koin (Rp 5.893/koin), Solana melesat 3,13% ke US$ 40,27/koin (Rp 581.902/koin), dan Dogecoin terapresiasi 3,53% ke US$ 0,08129/koin (Rp 1.175/koin).


Berikut pergerakan 10 kripto utama pada hari ini.

Kripto

Bitcoin menguat ke kisaran level US$ 31.000, setelah sehari sebelumnya sempat break ke kisaran level US$ 29.000.

Dalam sebulan terakhir, Bitcoin diperdagangkan di kisaran sempit yakni di antara US$ 29.000-US$ 30.000. Meski Bitcoin berulang kali mencoba untuk ke atas level psikologisnya di US$ 30.000, namun upaya Bitcoin tidak berlangsung lama.

Di lain sisi, sentimen di antara trader kripto masih cenderung bearish, meskipun beberapa analis dan manajer investasi mulai masuk di harga rendah, dengan harapan pasar kripto dapat pulih dari kerugian besar selama sebulan terakhir.

"Untuk setiap siklus yang kita lalui dalam aset digital, waktu untuk mengakumulasi adalah selama bear market dan keuntungan itu dihargai secara eksponensial ketika siklus kenaikan berlanjut," kata Two Prime, perusahaan investasi aset digital dalam laporan risetnya yang dikutip dari CoinDesk.

Cryptocurrency telah bergerak sejalan dengan pergerakan ekuitas global, di mana pasar ekuitas global juga mengalami tahun yang sulit di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga, lonjakan inflasi dan risiko ekonomi yang lebih lambat.

"Korelasi Bitcoin yang meningkat dengan ekuitas, pertumbuhan transaksi yang stagnan ... dan munculnya Ethereum sebagai penyimpan nilai saingan dapat melemahkan dominasi Bitcoin," kata analis Bernstein Gautam Chhugani, dilansir dari CNBC International.

Cerahnya pasar kripto terjadi di tengah cerahnya pasar saham global pada hari ini, di mana di Amerika Serikat (AS), tiga indeks utama mengalami penguatan. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat 0,8%, S&P 500 melesat 0,95%, dan Nasdaq Composite terapresiasi 0,94%.

Sebelum kembali pulih, Wall Street terpapar sentimen negatif dari pasar obligasi pemerintah AS. Pada Senin awal pekan ini, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS menyentuh di atas 3%, tepatnya di level 3,0399%. Ini adalah yang tertinggi sejak 6 Mei atau sebulan terakhir.

Tingginya yield obligasi membuat perhatian investor tersedot ke pasar surat utang. Pasar saham jadi sepi peminat. Selain itu, kenaikan yield menjadi cerminan biaya dana akan semakin mahal. Pada saatnya, suku bunga perbankan akan ikut menyesuaikan.

Selain itu, pelaku pasar juga masih cenderung memasang mode wait and see. Akhir pekan ini, data inflasi AS periode Mei akan dirilis.

Konsensus pasar yang dihimpun Reuters memperkirakan inflasi Negeri Paman Sam bulan lalu akan sebesar 8,3% secara tahunan (yoy). Tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya, masih bertahan di level tinggi.

Dengan inflasi yang tinggi, maka makin kuat alasan bagi bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) untuk mengetatkan kebijakan moneter secara agresif.

Pasar memperkirakan Ketua The Fed, Jerome Powell dan anggotanya akan menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin (bp) pekan depan. Mengutip CME FedWatch, peluang ke arah sana mencapai 97,2%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Investor Wait and See, Bitcoin cs Cenderung Flat


(chd/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading