Kemarin Rebound, Bitcoin cs Loyo Lagi Hari Ini

Market - chd, CNBC Indonesia
07 June 2022 09:43
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Pierre Borthiry on Unsplash) Foto: Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Pierre Borthiry on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga kripto utama terpantau terkoreksi pada perdagangan Selasa (7/6/2022), karena investor masih cenderung berhati-hati di tengah masih adanya ketidakpastian kondisi global.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:15 WIB hari ini, Bitcoin ambles 4,72% ke level harga US$ 29.429,31/koin atau setara dengan Rp 425.694.969/koin (asumsi kurs Rp 14.465/US$), Ethereum ambruk 6,88% ke level US$ 1.733,51/koin atau Rp 25.075.222/koin.

Berikutnya dari beberapa koin digital (token) alternatif (altcoin) seperti BNB anjlok 7,41% ke US$ 283,75/koin (Rp 4.104.444/koin), Solana ambrol 4,34% KE US$ 39,02/koin (Rp 564.424/koin), dan Dogecoin tergelincir 5,61% ke US$ 0,07843/koin (Rp 1.134/koin).


Berikut pergerakan 10 kripto utama pada hari ini.

Kripto

Bitcoin kembali diperdagangkan di kisaran level US$ 29.000, setelah pada perdagangan Senin kemarin sempat menguat ke kisaran level US$ 31.000.

Dalam beberapa hari terakhir bahkan sebulan terakhir, Bitcoin diperdagangkan di kisaran level sempit yakni di US$ 29.000-US$ 30.000, seakan Bitcoin sedang 'ditahan' di kisaran level tersebut.

Meski Bitcoin berulangkali berhasil menyentuh ke atas level US$ 30.000, tetapi hal tersebut tak berlangsung lama dan pada akhirnya kembali menembus kisaran level US$ 29.000-US$ 30.000.

Hal ini karena investor di kripto masih cenderung berhati-hati untuk memburu salah satu aset berisiko tersebut, karena kondisi global yang belum menentu.

Pergerakan kripto juga masih cenderung sejalan dengan pergerakan pasar saham global yang masih cenderung berfluktuasi hingga hari ini.

Beberapa pengamat menilai bahwa pulihnya pasar aset berbasis risiko masih terbilang terlalu dini. Masih ada potensi bahwa pasar saham atau kripto, utamanya Bitcoin masih melanjutkan tren penurunan.

"Kami percaya bahwa reli jangka pendek saat ini adalah jebakan dan bitcoin mungkin saja akan melanjutkan tren penurunan yang telah kami lihat selama dua bulan terakhir," kata Josh Olszewicz, kepala penelitian di Valkyrie Investasi, dikutip dari CoinDesk.

"Ketidakpastian dalam ekonomi global karena inflasi yang tinggi dan kemungkinan kita berada dalam resesi, dipasangkan dengan prevalensi kenaikan suku bunga bank sentral, kemungkinan akan memaksa semua aset turun setidaknya sampai akhir musim panas," tambah Olszewicz.

Rilis data ketenagakerjaan pada akhir pekan lalu sepertinya masih menancap di benak pelaku pasar. Departemen Ketenagakerjaan AS mengumumkan perekonomian Negeri Paman Sam menciptakan 390.000 lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll/NFP) pada Mei 2022. Ini adalah pencapaian terendah sejak April 2021.

Meski demikian, realisasi tersebut jauh di atas ekspektasi pasar. Konsensus pasar yang dihimpun Reuters memperkirakan NFP berada di 325.000.

Jadi meski angka perciptaan lapangan kerja relatif rendah, tetapi tetap jauh di atas perkiraan. Artinya, pemulihan ekonomi di Negeri Paman Sam masih berada di jalur yang tepat.

"Pertanyaan besarnya adalah, apakah akan terjadi resesi? Saya rasa jawabannya tidak. Ini tentu kabar yang bagus," kata Chistopher Grisanti, Chief Equity Strategist di MAI Capital Management, seperti dikutip dari Reuters.

Akan tetapi, data yang cukup positif tersebut bisa menjadi pembenaran bagi bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) untuk mengetatkan kebijakan moneter secara agresif. Suku bunga acuan sepertinya akan dikerek sangat tinggi.

Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan Federal Funds Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 1,25-1,5% pada rapat 15 Juni mendatang mencapai 98%. Pada akhir tahun, pasar memperkirakan suku bunga acuan Negeri Paman Sam berada di 2,75-3%, peluangnya 52,5%.

Agar lebih yakin lagi, pasar akan menunggu rilis data inflasi pada akhir pekan ini. Konsensus pasar yang dihimpun Reuters memperkirakan inflasi AS pada Mei lalu sebesar 8,3% (year-on-year/yoy). Tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya, masih bertahan di level tinggi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Crypto Crash! Bitcoin Cs Babak Belur, Ada Apa Ini?


(chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading