Capek Nanjak! Harga Emas Dunia Turun Tipis...

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
26 May 2022 10:20
Emas batangan

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas kembali turun setelah berada dalam tren pendakian selama sepekan terakhir. Pada perdagangan Kamis (26/5/2022) pukul 08:10 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.852,47 per troy ons. Harga emas melemah tipis 0,02%.

Dengan begitu, sepanjang pekan ini harga emas berhasil naik 0,61%, tapi masih drop secara mingguan sebanyak 1,76% dan secara tahunan sebanyak 2,27%.


Artinya, harga emas dunia sudah menunjukkan penurunannya selama dua hari beruntun. Kemarin, harga emas berakhir turun 0,7% dan dibanderol US$ 1.853,80 per troy ons. Pergerakan tersebut terjadi setelah rilis risalah bank sentral Amerika Serikat (AS) (Federal Reserve/The Fed) yang menunjukkan bahwa mereka akan segera menaikkan suku bunga acuan sebanyak 50 basis poin pada pertemuan selanjutnya di bulan Juni dan Juli.

Meskipun emas sering dilihat sebagai lindung nilai terhadap inflasi,kenaikan suku bunga mengikis daya tariknya karena inflasi cenderung mengangkat imbal hasil (yield) obligasi,meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan dengan hasil nol.

Namun, penurunan harga emas dunia dapat tertahan karena sepertinya pasar telah menaker rencana kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed, serta indeks dolar AS yang bergerak menjauh dari level tertingginya selama dua dekade di 104,48 pada pertengahan Mei. Sehingga, penurunan harga emas dunia pun masih terbatasi.

Melansir Refinitiv, pada pukul 09:00 WIB, indeks dolar AS terkoreksi tipis 0,03% di level 102,027 terhadap 6 mata dunia lainnya dan membuat indeks dolar AS kian menjauhi level tertingginya.

Sejatinya, menaikkan suku bunga memang menjadi instrumen pamungkas bank sentral untuk meredam inflasi, tapi semakin tinggi suku bunga, maka pertumbuhan ekonomi pun akan jadi korban.

Kenaikan suku bunga acuan akan mengerek suku bunga kredit, hal ini akan membuat perlambatan pada ekspansi dunia usaha hingga konsumsi masyarakat. Alhasil, pertumbuhan ekonomi akan terpukul, apalagi, jika suku bunga tinggi tetapi inflasi tak kunjung melandai, maka ancaman resesi semakin nyata. Sehingga, kecemasan akan resesi dan perlambatan ekonomi masih membayangi.

"Trader emas kini semakin mempertanyakan apakah kebijakan The Fed akan membawa AS kepada resesi. Meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi akan kembali menghidupkan pergerakan emas," tutur TD Securities, seperti dikutip dariReuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jika Perang Dunia III Meletus (Amit-amit), Segera Borong Emas


(aaf/aaf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading