9 Saham Naik Kelas ke Papan Utama, MDKA Paling Cuan Naik 9%

Market - Putra, CNBC Indonesia
24 May 2022 16:13
Gedung Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gerak saham emiten yang naik dari papan pengembangan ke papan utama cenderung bervariatif pada perdagangan hari ini, Selasa (24/5/2022).

Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rilis resminya pada Senin (23/5/2022) mengumumkan ada 9 saham yang berpindah dari papan pengembangan ke papan utama.

Dari ke 9 saham tersebut, terpantau ada 4 saham melemah, 2 saham stagnan dan 3 saham menguat. Saham emiten tambang emas dan tembaga PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memimpin penguatan dengan apresiasi 8,99%.


Sementara itu saham PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) melemah 2,49% dan menjadi yang paling ambles dibanding 8 saham yang baru masuk papan utama lainnya.


Berikut ini adalah pergerakan harga saham tersebut :

Saham     Perubahan
SHIP        -2.49%
TEBE        -2.44%
POWR      -1.45%
ASJT        -0.79%
SPTO        0.00%
TRJA         0.00%
MAPA       0.93%
WIFI        1.69%
MDKA       8.99%

Tampaknya perpindahan papan pencatatan tak terlalu menjadi katalis positif untuk saham-saham tersebut.

Perubahan penempatan papan pencatatan ini akan berlaku sejak 31 Mei 2022. Apabila ada hal/peristiwa tertentu yang terjadi pada perusahaan tercatat sebelum tanggal efektif pindah papan, Bursa berwenang melakukan perubahan atas pengumuman ini.

Sebagai informasi, saat ini ada tiga papan pencatatan yang ada di bursa saham domestik yaitu papan utama, papan pengembangan dan papan akselerasi.

Mengacu pada Panduan Go Public BEI, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan agar bisa masuk ke papan utama.

Perusahaan di papan utama haruslah memiliki core business yang sama kurang lebih 36 bulan atau 3 tahun.

Perusahaan yang sahamnya tercatat di papan utama juga harus membukukan laba usaha 1 tahun buku terakhir. Laporan keuangan perusahaan yang sahamnya tercatat di papan utama harus merilis laporan keuangan auditan lebih dari sama dengan 3 tahun dengan opini WTP 2 tahun terakhir.

Aktiva berwujud bersih perusahaan di papan utama juga minimal senilai Rp 100 miliar. Dari sisi pemegang saham, jumlah pemegang saham perusahaan yang tercatat di papan utama harus memiliki setidaknya 1.000 pemegang saham.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kinerja Oke Nih... BEI Cetak Kenaikan Laba Bersih 79,55%


(vap/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading