SULI Kembali Bercokol di Daftar Top Losers Siang Ini!

Market - Aulia Mutiara, CNBC Indonesia
24 May 2022 13:31
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten PT SLJ Global Tbk (SULI) dan PT Primarindo Asia Infrastruktur Tbk (BIMA) bercokol di daftar top losers pada perdagangan sesi pertama Selasa (24/5/2022).

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,08% poin atau 74,199 poin ke level 6.914,97 pada penutupan sesi pertama perdagangan siang ini. Investor asing mencetak penjualan bersih (net buy) senilai 34,25 miliar di pasar reguler.

Berikut 5 saham top losers pada sesi I siang ini Selasa (24/5/2022)


1. PT SLJ Global Tbk (SULI), turun -6,86%, ke Rp 95/unit

2. PT Primarindo Asia Infrastr Tbk (BIMA), turun -6,45%, ke Rp 290/unit

3. PT WIR ASIA Tbk (WIRG), turun -5,95%, ke Rp 870/unit

4. PT Bukalapak.Com Tbk, turun -4,76%, ke Rp 280/unit

5. PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk, turun -4,65%, ke Rp 1.230/unit

PT SLJ Global Tbk (SULI) paling tajam penurunannya pada perdagangan sesi pertama siang ini dengan nilai transaksi Rp 13,84 miliar dengan volume perdagangan mencapai 142,85 juta saham.

Pada Jumat (13/5/2022) Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat melakukan menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham emiten kayu tersebut. Suspensi dilakukan mengingat saham SULIsudah meningkat secara signifikan.

Pasca dilakukan penghentian sementara (suspensi) saham SULI tercatat berada di zona merah hingga hari ini. Penurunan signifikan dipicu oleh aksi jual asing (net sell) senilai Rp 166,38 juta saham.

Di sisi lain saham SULI berhasil mencetak kinerja positif sepanjang tahun 2021 dengan membalik keadaan dengan mencatatkan net profit senilai US$ 4,44 juta per 31 Desember 2021.

Mengutip laporan keuangan perusahaan yang dirilis BEI, SULI tercatat kebali membukukan laba bruto senilai US$ 9,34 juta sepanjang tahun 2021 setelah mencatatkan rugi bruto mecapai US$ 3,07 juta tahun 2020.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sepanjang Januari 2022, Saham Ini Cuan 800% & Boncos 40%


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading