Bos Bank Sentral Eropa Anggap Kripto Gak Ada Nilainya!

Market - chd, CNBC Indonesia
24 May 2022 18:35
FILE PHOTO: Representations of the Ripple, Bitcoin, Etherum and Litecoin virtual currencies are seen on a PC motherboard in this illustration picture, February 13, 2018. Picture is taken February 13, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden bank sentral Eropa (Europe Central Bank/ECB), Christine Lagarde berpendapat bahwa aset cryptocurrency atau kripto tidak bernilai sepeser pun.

Lagarde pun berpikiran bahwa Bitcoin, Ethereum, dan kripto lainnya tidak berharga.

"Penilaian saya yang sangat rendah hati adalah bahwa kripto tidak ada artinya," kata Lagarde tentang kripto dalam sebuah wawancara dengan acara bincang-bincang Belanda "College Tour" yang ditayangkan pada Minggu (22/5/2022), dikutip dari CNBC International.


"Itu tidak didasarkan pada apa pun. Tidak ada aset yang mendasari kripto untuk bertindak sebagai underlying-nya atau dasarnya," tambah Lagarde.

Lagarde meminta pembuat kebijakan global untuk menerapkan aturan untuk melindungi investor yang tidak berpengalaman yang membuat taruhan besar pada aset digital.

Aset kripto telah mengalami koreksi yang cukup parah dan terus berlanjut sepanjang tahun ini, dengan Bitcoin, kripto terbesar di dunia, menghapus lebih dari setengah nilainya dari level tertinggi sepanjang masa yang tercipta pada November 2021.

"Saya prihatin dengan orang-orang yang berpikir itu akan menjadi hadiah. Apalagi banyak orang yang memahami risikonya, siapa yang akan kehilangan semuanya, dan siapa yang akan sangat kecewa, itulah sebabnya saya percaya bahwa pasar kripto tetap harus diatur," ujar Lagarde.

Salah satu peserta acara mengatakan mereka kehilangan dananya sebesar 7.000 euro (US$ 7,469) setelah membeli koin digital (token) Cardano, yang ditanggapi Lagarde: "Itu menyakitkan."

Skeptisisme dari seorang mantan kepala Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) terhadap kripto bukanlah hal baru.

Dia sebelumnya menyuarakan keprihatinan tentang dampak lingkungan dari mata uang digital, serta potensi penggunaannya dalam kejahatan seperti pencucian uang dan penghindaran sanksi.

Komentarnya kembali muncul pada saat pengawasan ketat terhadap pasar kripto karena regulator bereaksi terhadap dampak dari runtuhnya token stablecoin besutan Terra yakni TerraUSD (UST), yang disebut stablecoin kontroversial yang dimaksudkan untuk selalu bernilai US$ 1.

Beberapa bank sentral sedang mengerjakan alternatif uang virtual mereka sendiri atau dapat disebut mata uang digital bank sentral (central bank digital currency/CBDC) sebagai tanggapan terhadap pertumbuhan mata uang digital yang cepat, di mana ECB menjadi salah satunya.

"Euro digital akan sangat berbeda dari cryptocurrency pada umumnya," kata Lagarde.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bursa Eropa Hijau Walaupun Bunga Acuan Naik, Kok Bisa?


(chd/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading