Cemas Amerika Mau Resesi, Harga Minyak Menciut

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
24 May 2022 08:29
FILE PHOTO: Oil pours out of a spout from Edwin Drake's original 1859 well that launched the modern petroleum industry at the Drake Well Museum and Park in Titusville, Pennsylvania U.S., October 5, 2017. REUTERS/Brendan McDermid/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia bergerak turun pada perdagangan pagi hari ini. Apa pasal?

Pada Selasa (24/5/2022) pukul 07:23 WIB, harga minyak jenis brent berada di US$ 112,65/barel. Turun 0,68% dari posisi penutupan hari sebelumnya.

Sementara yang jenis light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) harganya US$ 109,52/barel. Berkurang 0,7%.


Kekhawatiran terhadap resesi ekonomi di Amerika Serikat (AS) menyebabkan harga si emas hitam terkoreksi. Ya, sejumlah pihak memberi wanti-wanti bahwa resesi di Negeri Paman Sam adalah risiko yang nyata.

Morgan Stanley memperkirakan menunjukkan kemungkinan 25% resesi akan terjadi dimulai dalam 12 bulan ke depan. Sedangkan Bank of America Corp baru-baru ini mengungkapkan bahwa pihaknya melihat risiko resesi masih rendah tetapi akan meningkat di tahun 2023.

Sedangkan menurut riset Wells Fargo kondisi ekonomi AS yang memburuk akan memangkas target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) akhir tahun 2022 menjadi 1,5% dari 2,2% dan memangkas target akhir tahun 2023 menjadi penurunan 0,5% dari ekspektasi sebelumnya untuk pertumbuhan PDB sebesar 0,4%.

Halaman Selanjutnya --> Resesi AS Pengaruhi Harga Minyak

Resesi AS Pengaruhi Harga Minyak
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading