Sri Mulyani Ungkap Kengerian Baru! Bukan Satu, Tapi Tiga...

Market - Cantika AP Noveria, CNBC Indonesia
23 May 2022 16:36
Indonesian Finance Minister Sri Mulyani Indrawati answers questions during an interview at the World Bank in Washington, U.S., April 22, 2022. REUTERS/Evelyn Hockstein

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut harga komoditas dunia melonjak tajam tahun ini akibat perang Rusia vs Ukraina. Ini menyebabkan inflasi meninggi sehingga mencatat rekor baru dan suku bunga bergerak naik. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi sangat mungkin melambat.

Dalam konferensi pers APBN Kita edisi Mei 2022, Senin (23/5/2022), Bendahara Negara melaporkan harga berbagai komoditas dunia naik gila-gilaan. Gas alam naik 125,8% secara year-to-date (ytd), batu bara 166,1%, minyak brent 45,7%, minyak sawit mentah (CPO) 20,9%, gandum 55,6%, jagung 31,5%, kedelai 28,1%, dan biji-bijian 15,5%.

Harga komoditas akan mempengaruhi harga bahan baku di tingkat industri. Saat harga bahan baku makin mahal, harga jual ke konsumen akan ikut naik.


Akibatnya, inflasi menjadi masalah global. Di berbagai negara, inflasi meninggi dan mencatat rekor baru.

"Brasil 12,1%, Amerika Serikat 8,5%, dan Inggris 9%. Ini inflasi tertinggi 40 tahun di negara-negara advanced. Kemudian Afrika Selatan 5,9% dan Australia 7,7%," papar Sri Mulyani.

Untuk merespons tekanan inflasi yang semakin kuat, lanjut Sri Mulyani, bank sentral di berbagai negara sudah menaikkan suku bunga acuan. Ini dilakukan untuk meredam jumlah uang beredar dan menjangkar ekspektasi inflasi.

"Tingkat suku bunga, kemungkinan akan naik kalau inflasi tak terkendali. Di AS sudah diumumkan, di Eropa masih 0% tetapi dengan inflasi 7,4% mulai ada tanda-tanda adjustment suku bunga," sebut Sri Mulyani.

inflasiSumber: Kementerian Keuangan

Saat suku bunga makin tinggi, maka biaya ekspansi rumah tangga dan dunia usaha menjadi lebih mahal. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi sangat mungkin melambat,

Oleh karena itu, demikian Sri Mulyani, kini dunia dihadapkan kepada tiga tantangan sekaligus. Triple challenges itu adalah inflasi tinggi, suku bunga tinggi, dan pertumbuhan ekonomi yang melemah.

"Ini akan mempengaruhi environment ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Harus kita waspadai," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukti Inflasi Bikin Cemas, Tetangga RI Ini Kerek Suku Bunga!


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading