Mengekor Bursa Asia, Bursa Eropa Dibuka Cerah!

Market - Annisa Aflaha & Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
20 May 2022 14:47
The German share prize index DAX board is photographed early afternoon on the day of the Brexit deal vote of the British parliament in Frankfurt, Germany, January 15, 2019. REUTERS/Staff

Jakarta. CNBC Indonesia - Bursa saham Eropa di sesi awal perdagangan cenderung bergerak menguat pada hari ini, Jumat (20/5/2022), di mana pasar saham berusaha keluar dari sesi volatil.

Indeks Stoxx 600 di awal sesi menguat 0,7% ke level 430,81 di mana saham emiten sumber daya alam melesat 2,2% dan menjadi pemimpin kenaikan. Mayoritas saham emiten berada di zona positif. Namun, saham emiten peralatan rumah tangga jatuh 1,1%.

Hal yang serupa terjadi pada indeks DAX Jerman terapresiasi 88,35 poin atau 0,64% ke 13.970,65 dan indeks CAC Prancis menguat 0,57% ke level 6.308,71. Indeks FTSE Inggris lompat 1,11% ke level 7.383,99.


Indeks Stoxx 600 menuju pekan negatifnya, setelah mengalami penurunan pada Kamis (19/5) dipicu oleh kekhawatiran terhadap inflasi dan musim rilis kinerja keuangan yang kurang baik dari perusahaan ritel Amerika Serikat (AS) yang merusak sentimen global.

Bursa saham di Asia bergerak menguat hari ini, di mana indeks Hang Seng Hong Kong menjadi pemimpin kenaikan setelah China mempertahankan suku bunga pinjaman acuan satu tahun di 3,7%, tapi memotong suku bungu oinjaman lima tahun sebesar 15 basis poin.

Kontrak berjangka (futures) indeks bursa AS menunjukkan posisi yang lebih tinggi di sesi awal perdagangan hari ini, di mana investor masih mengamati jika indeks S&P 500 akan menuju ke bear market (zona penurunan).

Investor global masih mengamati perkembangan terbaru dari perang di Ukraina dan dampak geopolitik yang telah meningkatkan harga energi dan pangan di dunia. World Food Program mengumumkan telah gagal untuk membuka kembali pelabuhan di Ukraina dan akan menjadi deklarasi terancamnya kemanan pangan dunia.

Perang tampaknya masih akan berlangsung selama musim panas atau mungkin lebih, meskipun tanda-tanda beberapa negara sudah kembali normal, menurut Penasihat Presiden Ukraina Oleksii Arestovych.

Para Menteri Keuangan dan bank sentral dunia dari kelompok tujuh negara industri terkemuka saat ini bertemu di Bonn, Jerman untuk mendiskusikan upaya untuk membantu Ukraina dan masalah ekonomi global yang timbul karena perang.

Indeks Harga Produsen Jerman melonjak 33,5% secara tahunan di April dan menyentuh rekor kenaikan terbesar secara tahunan setelah perang di Ukraina mengerek harga energi melonjak di wilayah Eropa.

Hari ini, akan dirilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Mei.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bursa Eropa Dibuka di Zona Hijau Menunggu Kebijakan ECB


(aaf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading