Penopang Bundamedik Bukan Lagi Dari Covid

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
17 May 2022 16:50
Pertama di Indonesia, Operasi Prostat dengan Teknologi Robotik di RSU Bunda Jakarta

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bundamedik Tbk (BMHS) mencatatkan pertumbuhan pendapatan terkonsolidasi sebesar 49% menjadi Rp 1,71 triliun dari pendapatan di periode yang sama pada 2020 sebesar Rp 1,148 Triliun. Hasil kinerja ini ditopang pertumbuhan kuat dari seluruh lini bisnis utama atau bisnis non-covid perusahaan.

Ivan Sini, SpOG selaku Komisaris Utama BMHS mengatakan pertumbuhan tersebut turut mendorong kenaikan laba bersih perusahaan sebesar 166% menjadi Rp 315 miliar hingga kuartal IV 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 118 miliar.

"Fundamental perusahaan yang kuat juga tercermin dari neraca keuangan yang sehat, sehingga memberikan ruang besar bagi perusahaan untuk mendorong pertumbuhan fase selanjutnya," kata dr Ivan dalam keterangan resmi, Selasa (17/5/2022).



Tahun ini, perusahaan juga akan untuk terus merealisasikan target ekspansi nasional dan penguatan core business dalam ekosistem BMHS. Hingga 2021, BMHS telah mampu melayani hampir 150 juta masyarakat yang tersebar 10 provinsi lewat kehadiran enam rumah sakit, 10 klinik Morula IVF, dan 34 jaringan laboratorium Diagnos.

Sebesar 67% dari total pertumbuhan pendapatan BMHS selama 2021 berasal dari pendapatan layanan rumah sakit yang naik sebesar Rp 376 miliar atau tumbuh sebesar 47%. Sementara Morula IVF yang juga merupakan salah satu bisnis utama BMHS berkontribusi sebesar 30% terhadap total pendapatan terkonsolidasi selama 2021, dengan kenaikan pendapatan mencapai Rp 169 miliar atau naik sebesar 50%. Secara keseluruhan, pendapatan dari layanan non-COVID naik sebesar 27%.

"Seluruh lini bisnis utama BMHS sukses mencatatkan sejumlah pencapaian penting selama 2021. Rumah Sakit Bunda Group berhasil membuka dua rumah sakit ibu dan anak di Bali dan Palembang di tengah pandemi," jelas dr Ivan.

Hingga 2021, total jumlah tempat tidur RSU Bunda naik 42%. Di awal 2022, sebagai pionir pengembangan inovasi bedah robotik di Indonesia, RSU Bunda juga berhasil melakukan operasi robotik pertama di Indonesia untuk pengangkatan prostat.




Selanjutnya, layanan Morula IVF, penyedia layanan bayi tabung tumbuh sebesar 42%. Di sisi lain, unit bisnis laboratorium BMHS yaitu Diagnos tumbuh dua kali lipat dengan penambahan 19 laboratorium baru di tahun yang sama. Total tes non-COVID yang dilakukan oleh Diagnos juga naik sebesar 59% selama 2021.

Dalam upaya memperkuat fundamental core busines, BMHS juga gencar mempererat kerjasama dengan mitra-mitra strategis. Selain menambah rekanan asuransi secara signifikan, selama 2021 BMHS telah menjalin kerjasama dengan 150 Klinik Pintar dan 100 Klinik Fertilitas Indonesia.

"Kami sudah mematangkan rencana bisnis yang secara konsisten fokus pada empat pilar strategi, yaitu perluasan ekosistem, pendalaman kemitraan strategis, penguatan core business, serta pertumbuhan finansial yang positif. Melalui strategi ini, BMHS siap untuk terus memperluas layanan kesehatan yang terdepan dan berkualitas untuk lebih banyak lagi masyarakat Indonesia.," tutup dr. Ivan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kasus Omicron Tembus 2.116, Saham Rumah Sakit Diborong Ramean


(RCI/dhf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading