ARB Terus, Saham Bank Jago Masih Bisa Dijagokan Nggak Nih?

Market - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
13 May 2022 10:25
Suasana Bursa Efek Indonesia (BEI).  (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO) kembali memasuki tren pelemahan atau bearish selama hampir sepekan ini.

Pada perdagangan pekan ini, saham ARTO sudah tiga hari beruntun ditutup menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). Kemudian, secara bulanan hanya tiga kali saham emiten bank digital ini ditutup di zona hijau.

Per Kamis (12/5/2022), saham ARTO diperdagangkan di level Rp 8.750/unit. Dalam sepekan harga saham ARTO turun 24,89%.


Jika dilihat dari harga penutupan tertinggi enam bulan terakhir, saham ARTO telah kehilangan setengah dari kapitalisasi pasarnya.

Pelemahan ini salah satunya dipicu oleh kinerja keuangan perusahaan, yang meski membaik dari periode yang saham tahun sebelumnya, tetapi masih jauh di bawah ekspektasi dari para analis.

Pada kuartal I/2022, Bank Jago melaporkan raihan laba bersih Rp 19 miliar atau membalikkan kondisi setahun sebelumnya, ketika perusahaan masih mencatat rugi Rp 38 miliar.

Meskipun terlihat cemerlang, laba tersebut ternyata turun signifikan (-84%) dari kuartal sebelumnya akhir tahun lalu. Laporan riset Ciptadana Sekuritas Asia juga menyebut bahwa laba kuartal pertama tersebut juga lebih rendah dari perkiraan internal Ciptadana dan konsensus pasar secara keseluruhan.

Sebagai bank berbasis teknologi yang tertanam dalam ekosistem, Bank Jago telah menyalurkan kredit dan pembiayaan syariah sebesar Rp 6,14 triliun pada kuartal I/2022, meningkat 376% secara tahunan atau naik 14% dari kuartal terakhir 2021. Pertumbuhan ini secara utama ditopang oleh partnership & ecosystem lending dan pembiayaan.

Pertumbuhan laba yang lambat dapat diimbangi oleh margin laba bersih (NIM) yang meningkat menjadi 11,2% di kuartal pertama tahun ini dari 10,2% pada kuartal sebelumnya dan mampu melewati ekspektasi pasar. NIM yang meningkat juga ikut didorong oleh pinjaman bunga tinggi yang ditawarkan perusahaan nilainya terus bertambah.


Ciptadana dalam laporannya mengungkapkan bahwa ke depan pihaknya "melihat [ARTO] tidak terpengaruh oleh kenaikan suku bunga."

Ciptadana juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menurunkan proyeksi laba untuk tahun ini menjadi Rp 224 miliar atau 61% lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Sedangkan untuk jangka panjang, proyeksi laba juga dipangkas 5%. Hal tersebut sebagian besar karena Ciptadana mengasumsikan biaya operasional yang lebih besar sembari mempertahankan perkiraan ekspansi aset.

Meski dengan kondisi suboptimal yang dapat terjadi Ciptadana mempertahankan rekomendasi beli pada saham ARTO dengan target harga di Rp 19.800, terpangkas dari sebelumnya Rp 22.500/saham.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wow! BFI Finance Bakal Masuk Ekosistem Bank Jago (ARTO)?


(RCI/dhf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading