Harga BBM AS Cetak Rekor Tertinggi, RI Tetap Lebih Mahal?

Market - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
12 May 2022 08:15
Pengendera antre mengisi bahan bakar minyak (BBM) di rest area Km 294B, Jalan Tol Pejagan-Pemalang,Tegal, Jawa Tengah.  PT Pertamina (Persero) saat ini menyiapkan fasilitas pengisian BBM tambahan selama arus mudik lebaran 1443 H, hal itu untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik 2022. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bukan hanya di Indonesia, ternyata harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat (AS) juga naik bahkan mencetak rekor tertingginya dalam beberapa waktu.

Naiknya harga BBM di AS terjadi hanya dalam waktu satu minggu. Dikutip dari CNN, Rabu (11/5/2022), kondisi ini berpotensi memperparah inflasi dan mengguncang pasar keuangan yang memperburuk ekonomi AS.

Di bulan April lalu harga bahan bakar sempat turun menjadi US$ 4,07 per galon. Namun seperti prediksi para analis kondisi ini tidak berlangsung lama. Sejak invasi Rusia ke Ukraina harga bahan bakar di pom bensin naik sekitar 25%.


Harga rata-rata BBM jenis Regular, bensin dengan nilai oktan (RON) 87 di Amerika Serikat hari ini, Rabu (11/05/2022), mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa, yakni mencapai US$ 4,404 per gallon atau sekitar Rp 64.060 per gallon (asumsi kurs Rp 14.546 per US$), berdasarkan data situs harga bensin AAA.

Perlu diketahui, setiap 1 gallon bensin setara dengan 3,78 liter. Artinya, harga bensin jenis Regular di AS saat ini mencapai rata-rata sekitar Rp 16.947 per liter.

Harga bensin ini kembali naik setelah kemarin, Selasa (10/05/2022) juga mencatatkan rekor tertinggi mencapai US$ 4,374 per gallon.

Mengutip CNBC International, harga bensin di AS memang terus melonjak sejak Maret lalu setelah Rusia menyerang Ukraina, yakni menembus di atas US$ 4 per gallon, tertinggi sejak 2008 lalu dan hingga kini masih bertengger di posisi atas, bahkan terus mencetak rekor tertinggi.

Harga bensin hari ini lebih tinggi US$ 1,419 per gallon dibandingkan setahun lalu yang "hanya" sebesar US$ 2,985 per gallon.

Dari sisi harga minyak mentah dunia justru mengalami penurunan. Pada Rabu (11/5/2022) pukul 06:53 WIB, harga minyak jenis Brent berada di US$ 102,46/barel, turun 3,28% dari posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara yang jenis light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) harganya US$ 99,43/barel. Turun 3,55%.

Meski harga minyak ini menyumbang lebih dari 50% dari biaya bensin per gallon, itu bukan satu-satunya faktor. Industri ini juga bergulat dengan tekanan yang sama di seluruh perekonomian, termasuk kendala tenaga kerja.

Perusahaan kilang minyak, yang mengolah minyak mentah menjadi bensin dan avtur, kini beroperasi dengan mendekati kapasitas maksimum. Kapasitas kilang minyak AS telah menurun selama beberapa tahun terakhir, dan sekarang Eropa bersaing untuk mendapatkan produk minyak yang sama karena berusaha untuk menjauh dari energi Rusia.

Berikut harga BBM di AS per 11 Mei 2022:

- Bensin Regular (RON 87) kini dibanderol US$ 4,404 per gallon atau sekitar Rp 64.060 per gallon (Rp 16.947 per liter).

- Bensin Mid-Grade (RON 89-90) kini dibanderol US$ 4,752 per gallon atau Rp 69.122 per gallon (Rp 18.286 per liter).

- Bensin Premium (RON 91-94) US$ 5,038 per gallon atau Rp 73.282 per gallon (Rp 19.386 per liter).

- Diesel US$ 5,553 per gallon atau Rp 80.773 per gallon (Rp 21.368 per liter), dan

- E85 US$ 3,817 per gallon atau Rp 55.522 per gallon (Rp 14.688 per liter).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Perbandingan Harga BBM Shell-BP-Pertamina, Siapa Termurah?


(RCI/dhf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading