Mengekor Bursa Saham Global, Bursa Eropa Dibuka Kebakaran!

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
09 May 2022 14:52
FILE PHOTO: Traders work at their desks in front of the German share price index, DAX board, at the stock exchange in Frankfurt, Germany February 28, 2017. REUTERS/Staff/Remote/File Photo

Jakarta. CNBC Indonesia - Bursa saham Eropa di sesi awal perdagangan kompak bergerak melemah pada hari ini, Senin (9/5/2022), di mana investor global khawatir akan inflasi yang masih tinggi.

Indeks Stoxx 600 di awal sesi melemah 0.4% ke level 428, di mana saham emiten sumber daya alam anjlok 1,6%. Namun, saham emiten utilitas naik tipis 0,3%.

Hal yang serupa terjadi pada indeks DAX Jerman terkoreksi 55,08 poin atau 0,4% ke 13.619,21 dan indeks CAC Prancis terdepreasi 0,32% ke level 6.238,04. Indeks FTSE Inggris terkoreksi tipis 0,2% ke level 7.373,21.


Penurunan tersebut telah diantisipasi oleh pasar di wilayah Eropa setelah bursa saham Eropa terkoreksi pada akhir perdagangan pekan lalu setelah bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah dan mengalami hari terburuk sejak 2020 pada Kamis (5/5).

Kontrak berjangka (futures) indeks bursa AS terkoreksi pada hari Minggu (8/5) malam karena para investor mencari pasar untuk menemukan pijakannya setelah pekan yang dramatis.

Pekan lalu, Nasdaq terkoreksi 1,54%, hal serupa terjadi pada indeks S&P 500 dan Dow Jones turun masing-masing sebesar 0,21% dan 0,24%. Pergerakan tersebut menandai penurunan selama enam pekan beruntun untuk indeks Dow Jones dan pekan kelima penurunan untuk kedua indeks utama lainnya.

Bursa saham di Asia Pasifik jatuh hari ini karena investor mengamati reaksi pasar terhadap data perdagangan China yang menunjukkan data yang lebih baik dari ekspektasi.

Investor akan disibukkan dengan perkembangan geopolitik di Ukraina, di mana puluhan orang dikhawatirkan tewas setelah sebuah sekolah di wilayah Luhansk di timur Ukraina terkena tembakan Rusia.

Luhansk merupakan salah satu dari dua wilayah yang membentuk Donbas, di mana pasukan Rusia sekarang sebagian besar memusatkan serangan mereka.

Rusia juga berada di bawah pengawasan hari ini karena mereka bersiap untuk menyambut hari libur untuk memperingati kekalahan Uni Soviet atas Nazi Jerman pada Perang Dunia II.

Ahli strategi mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dapat menggunakan kesempatan tersebut untuk mengumumkan kemenangan mereka atas Ukraina, di mana akan ada parade militer besar-besaran di Moskow, hal tersebut dapat berdampak untuk meningkatkan konflik.

Ibu Negara AS Jill Biden melakukan kunjungan mendadak ke Ukraina kemarin. AS dan negara-negara G7 mengumumkan bahwa mereka akan meningkatkan dukungan keuangan jangka pendek untuk Ukraina ketika perang dengan Rusia mendekati periode tiga bulan.

Laporan kinerja keuangan akan datang dari BioNTech pada hari ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Diplomasi Perang Dunia Ketiga, Bursa Eropa Sumringah


(aaf/aaf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading