Soal Metaverse dan Akuisisi Bank Kecil, Ini Kata Bank Mandiri

Market - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
27 April 2022 19:42
Paparan publik laporan keuangan. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memastikan belum berencana melakukan akuisisi bank kecil untuk menjadi bank digital. Perseroan menegaskan fokus melakukan digitalisasi internal, serta memaksimalkan peran aplikasi Livin dan Kopra untuk memberi layanan di era digital.

Kepastian ini disampaikan Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi. Dia menyebut pengembangan Livin dan Kopra akan terus dilakukan karena dua aplikasi ini memiliki prospek besar untuk menopang bisnis BMRI ke depan.

"Sampai saat ini belum ada rencana tersebut (mengakuisisi bank kecil) dan belum ada informasi relevan yang bisa disampaikan terkait pertanyaan ini. Bank Mandiri akan terus memperluas kolaborasi dengan open banking sehingga ekosistem meluas. Kami juga kembangkan API portal, direct debit, akseptansi pembayaran internasional, sehingga nantinya sebagai konglomerasi keuangan Bank Mandiri punya penawaran produk dan layanan komplit," kata Darmawan, Rabu (27/4/2022).


Sepanjang kuartal I/2022 jumlah transaksi wholesale yang dilakukan via aplikasi Kopra mencapai 169 juta kali atau naik dua kali lipat dibanding periode sebelumnya. Kenaikan ini membuat pendapatan berbasis komisi dari aplikasi tersebut tumbuh 13,3% menjadi Rp 512 miliar.

Pertumbuhan pengguna aplikasi Kopra terjadi seiring makin banyaknya nasabah Bank Mandiri yang menggunakan aplikasi Livin. Jumlah transaksi di Livin per kuartal I/2022 tumbuh 71% secara tahunan menjadi 417 juta kali.

Pada saat yang sama, nilai Gross Transaction Value (GTV) atau nilai kotor transaksi via Livin mencapai Rp 508 triliun atau naik 49% YoY. Aplikasi ini sudah diunduh 12 juta kali dan pengguna terdaftarnya mencapai 11 juta per akhir Maret 2022.

"Ke depannya jika kami akan aksi korporasi pasti hal tersebut akan berikan value added bagi pemegang saham dan yang akan dilakukan berdasarkan pertimbangan bisnis dan asas transparansi yang berlaku," tuturnya.

Metaverse dengan Wir Asia

Pada saat yang sama, Darmawan menyebut perusahaan sudah sepakat bekerja sama dengan PT Wir Asia Tbk (WIRG) untuk mengembangkan dunia metaverse. Akan tetapi, pembicaraan antara BMRI dan WIRG kini masih ada di tahap awal.

"Metaverse bagi kami masih tahap sangat early sehingga kami bersama masih dalam proses penjajakan dan memahami potensial value di dalamnya," katanya.

Menurut Darmawan, BMRI dan WIRG sepakat bahwa ke depannya akan ada banyak komunitas yang beraktivitas dan berkumpul di Metaverse. Karena itu, pembicaraan tahap awal mengenai dunia maya tersebut kini sedang dilakukan kedua perusahaan.

Beberapa waktu lalu, Chief Marketing Officer Wir Asia Gupta Sitorus mengatakan, perusahaan hadir karena alasan tingginya kebutuhan masyarakat akan penggunaan teknologi digital. Kebutuhan ini diikuti meningkatnya peran teknologi untuk menjadi solusi dalam berbagai bidang.

Wir Asia memiliki visi menyediakan dunia Metaverse yang dapat dinikmati semua orang. Misi emiten teknologi ini adalah memperkaya pengalaman kehidupan individu, perusahaan dan masyarakat melalui solusi realita digital melalui AR, VR dan AI.

Gupta berkata, fokus membangun dunia metaverse dimiliki WIRG karena perusahaan sudah berkarya di bidang AR (Augmented Reality), VR (Visual Reality) dan AI (Artificial Intelligence) sejak 2009.

Perusahaan yakin metaverse akan menjadi pintu gerbang yang membawa manusia merasakan berbagai pengalaman digital dan menyerap tenaga kerja baru.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gimana Layanan Perbankan di Metaverse? Ini Kata Bank Mandiri


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading